Antisipasi Dampak Global ke Dunia Usaha, Kadin Indonesia Gelar Survei Business Pulse Q1 2026

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam upayanya untuk menghadapi dan mengantisipasi dampak dari ketidakpastian global kepada laju ekonomi di Indonesia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia turut mengumumkan rencananya untuk melaksanakan survei Kadin Business Pulse setiap kuartal. 

Dalam hal ini, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan bahwa penyelenggaraan Survei ini sendiri diperlukan oleh Kadin untuk dapat menilai sentimen dari setiap perusahaan yang berada di bawah naungan Kadin Indonesia.

BACA JUGA:IHSG Merah 4 Hari Berturut-turut, 1094 Saham Turun Harga

"Tentu kita tidak mengatakan atau menafikan bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah ini dampaknya bukan hanya 1-2 bulan atau 1-2 quartal, bisa lebih. Nah dari hasil yang telah disampaikan tadi, teman-teman yang juga hadir mengatakan bahwa terjadi dikotomi suatu antara yang siap dan tidak siap," jelas Anindya kepada Disway dan awak media lainnya di Menara Kadin Indonesia, Kuningan, pada Jumat (24/04).

Menurut Anindya sendiri, pembagian dua kubu ini jugalah yang mendorong Kadin Indonesia untuk menggelar survei tersebut. 

Menurutnya, diperlukan adanya masukan korporasi, bukan individu, sehingga mencerminkan kondisi riil dunia usaha. 

BACA JUGA:Gaduh Tarif Selat Malaka, Purbaya: Bukan Kayak Preman Gitu, Lewat Bayar!

"Nah ini udah beda, ini perusahaan bukan individu jadi benar-benar setiap perusahaan yang tentunya mempunyai pemegang sahamnya, karyawannya, memegang profit and loss sendiri dan lain-lain," tegas Anindya.

Sementara itu, Anindya juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei Kadin Business Pulse Q1 2026 yang dilakukan, mayoritas pelaku usaha memilih melakukan efisiensi secara bertahap, namun tetap berupaya secepat mungkin kembali ke strategi pertumbuhan.

Menurutnya, hasil survei ini akan menjadi acuan untuk mendorong kebijakan pertumbuhan ekonomi, di dalam keadaan di mana suatu pemerintah itu mendukung untuk investasi.

BACA JUGA:Indonesia Tolak Tarif Selat Malaka, Menlu Singgung Isi Konvensi PBB

“Kalau saya lihat dari sisi dunia usaha memilih untuk bisa efisiensi untuk cepat kembali kepada growth. Karena pertumbuhanlah yang memungkinkan penciptaan lapangan kerja dan menjaga perputaran ekonomi," tutur Anindya.

"Dan ini bisa dilihat kenapa karena juga kalau dari geopolitik tentu dengan adanya perang ini terjadi juga banyak sekali peluang di mana yang selalu kita bilang adanya relokasi dulu, dulu termasuknya tahun lalu, kita mau relokasi terjadi karena tensi antara China dan Amerika," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barang Tertinggal Meningkat, KAI Daop 1 Imbau Pelanggan Lebih Teliti
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur 2 Wilayah Ini Sabtu 25 April 2026
• 26 menit lalukompas.tv
thumb
Dari Kebun Sederhana, Topang Ketahanan Pangan Lokal
• 56 menit lalutvrinews.com
thumb
Persija Respons Kabar Dony Tri Pamungkas Diminati Klub Tersukses Liga Polandia
• 22 jam lalubola.com
thumb
Tim Organisasi dan AD/ART Kosgoro 1957 Serahkan TOR Konsinyering Tiga Wilayah Menjelang Mubes V
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.