Pakistan terus berupaya keras memediasi perundingan putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran yang bertajuk Islamabad Talks. Meski atmosfer diplomatik terus diupayakan, hingga Jumat, 24 April 2026, belum ada tanggal pasti mengenai kapan pertemuan krusial tersebut akan dilangsungkan.
Ketidakpastian ini muncul di tengah tekanan waktu yang kian menyempit. Amerika Serikat dilaporkan memberikan jendela waktu selama 3 hingga 5 hari bagi Iran untuk menyelesaikan perpecahan internal di pemerintahannya sebelum negosiasi dilanjutkan. Jika dihitung dari perpanjangan gencatan senjata pada 22 April lalu, waktu yang dimiliki Teheran tergolong sangat singkat.
Upaya Pakistan untuk menetapkan jadwal permanen kerap terganggu oleh dinamika di lapangan. Meski Presiden Donald Trump sempat memberikan sinyal bahwa perundingan bisa terjadi dalam waktu dekat, momentum diplomasi sering kali buyar akibat eskalasi baru dari kedua belah pihak. Kondisi ini memaksa pemerintah Pakistan untuk berada dalam status standby 24 jam guna memantau perubahan situasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Baca juga:
Pakistan Optimistis Perundingan Damai Kedua AS-Iran Dilanjutkan
Sterilisasi Red Zone: 25 Ribu Personel Dikerahkan
Guna menjamin keamanan jika sewaktu-waktu perundingan dimulai, Islamabad telah meningkatkan level pengamanan ke tingkat tertinggi. Sebanyak 20.000 hingga 25.000 personel kepolisian telah disiagakan di titik-titik krusial, mencakup wilayah Islamabad, Rawalpindi, hingga kawasan Red Zone.
Laporan terkini dari lapangan menunjukkan bahwa kawasan Red Zone, yang disinyalir akan kembali menjadi lokasi pertemuan, telah disterilkan secara total. Meskipun beberapa blokade jalan sempat dibuka untuk kendaraan roda dua pada hari sebelumnya, per hari ini pemeriksaan keamanan kembali diperketat secara signifikan. Pasukan khusus dan militer juga dilaporkan mulai berjaga di sepanjang jalur menuju pusat perundingan guna mengantisipasi segala kemungkinan.




