JAKARTA, KOMPAS.TV – Terdakwa yang juga eks Tenaga Ahli Satelit Kemenhan, Anthony Thomas van der Heyden, mengaku mendapat arahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk mengamankan slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) dalam sidang proyek satelit Kemhan di Pengadilan Militer Tinggi II pada Jumat (25/4/2026).
“Presiden Joko Widodo memerintahkan agar slot tersebut harus diamankan. Pada 10 Oktober 2015, saya bertemu dengan perwakilan Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemenhan. Saya diminta untuk membantu,” ujar terdakwa Anthony Thomas van der Heyden.
“Ketika itu tidak ada pembahasan mengenai kompensasi, tidak ada kontrak yang dinegosiasikan, tidak ada pernyataan tugas yang disusun. Hanya ada satu dokumen tertanggal 11 November 2015 yang meminta saya untuk memberikan saran kepada Kemenhan jika mereka memiliki pertanyaan, saran, dan pendapat,” lanjutnya.
Kuasa hukum Anthony Thomas van der Heyden juga meminta agar Jokowi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Satelit Kemhan | SAPA PAGI
#kemhan #korupsi #jokowi #breakingnews
Penulis : Aditya-Pramana
Sumber : Kompas TV
- jokowi
- satelit kemhan
- kasus korupsi satelit kemhan
- wna





