REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT PP (Persero) Tbk menuntaskan pembangunan 69 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan, proyek tersebut diselesaikan dalam waktu 37 hari kalender sejak 25 November 2025. “Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp507,80 miliar ini berhasil diselesaikan dengan capaian progres 100 persen,” kata Joko, Sabtu (25/4/2026).
Pembangunan SPPG tersebar di 15 provinsi, meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
- Nantikan Pesangon, Eks Buruh Sritex Bertahan Hidup dengan Jual Aset Hingga Bekerja di SPPG
- Zulhas: SPPG Bisa Ditangguhkan Jika Abaikan Protes Penerima Manfaat MBG
- Program MBG Libatkan 6.000 SPPG, Bank Mandiri Ikut Perkuat Penyaluran Dana
Joko menjelaskan, fasilitas ini dibangun untuk mendukung produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien. “Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan,” kata Joko.
Ia menambahkan, keberadaan SPPG diharapkan berkontribusi pada penurunan angka malnutrisi dan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga dinilai dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dalam pelaksanaannya, PTPP mengandalkan sistem konstruksi modular untuk mempercepat pembangunan di berbagai lokasi secara simultan. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kualitas.
PTPP juga menerapkan dashboard monitoring berbasis digital untuk memantau progres proyek secara real-time. Sistem ini mencakup pemantauan distribusi material, tenaga kerja, hingga perkembangan di setiap titik pembangunan.
Joko mengatakan, tantangan utama proyek ini terletak pada sebaran lokasi yang luas, sehingga membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan pengendalian mutu yang konsisten. “Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengerjakan proyek berskala besar dalam waktu terbatas,” kata Joko.
Menurut Joko, pembangunan SPPG juga memberi dampak ekonomi di daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan permintaan bahan pangan lokal.
PTPP menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. “Alhamdulillah sudah selesai rapi, selanjutnya serah terima dan dimanfaatkan. Terima kasih,” kata Diana.




