Peredaran Narkoba di Riau Libatkan Jaringan Internasional, Satgas Dikerahkan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Pekanbaru, VIVA – Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri dan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam memerangi narkoba. Hal itu ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu, 25 April 2026.

Apel tersebut menjadi penegasan bahwa perang terhadap narkoba di Riau telah memasuki fase serius, seiring meningkatnya ancaman yang kini tak lagi berskala lokal, melainkan lintas negara.

Baca Juga :
Eks Polisi Penembak Mati Pelajar di Semarang Positif Narkoba, Dipindah ke Nusakambangan
Satpol PP Tutup Klub Malam di PIK Gegara Kasus Narkoba

Kegiatan ini diikuti oleh kekuatan lintas sektor. Dari unsur TNI hadir gabungan Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Sementara dari Polri melibatkan berbagai satuan, mulai dari Brimob, Samapta, Polairud, Lalu Lintas, hingga fungsi Reserse Kriminal Umum, Reserse Kriminal Khusus, dan Reserse Narkoba.

Tak hanya itu, apel juga melibatkan berbagai instansi lain seperti Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kesbangpol, Satpol PP, Bea Cukai, Lembaga Pemasyarakatan, Avsec, hingga elemen masyarakat seperti Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam amanatnya menegaskan bahwa kejahatan narkotika di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan karena melibatkan jaringan internasional.

“Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara. Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau,” ujar Hariyanto.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut membutuhkan langkah luar biasa, termasuk kolaborasi lintas sektor yang konkret untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Oleh sebab itu, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita dari ancaman narkoba,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolda Riau Herry Heryawan menyebut pembentukan Satgas Anti Narkoba sebagai langkah strategis dalam memperkuat respons negara terhadap ancaman narkotika yang semakin kompleks.

Menurutnya, peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu menjadi alarm serius bahwa persoalan narkoba tak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini adalah jawaban konkret atas keresahan masyarakat. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Seluruh kekuatan yang ada hari ini kita konsolidasikan untuk bergerak cepat, terukur, dan terkoordinasi,” ujar Kapolda.

Baca Juga :
Detik-detik Istri dan 2 Anak Bandar Narkoba Koko Erwin Tutupi Wajah Saat Digiring ke Bareskrim
Terlibat Peredaran Narkoba di Penjara, Eks Polisi Penembak Mati Pelajar Dipindah ke Nusakambangan
Respons Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara karena Edarkan Narkoba di Rutan Salemba

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahroni minta polisi usut kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Mendagri Ajak Tokoh Sumbagsel Susun Program Nyata untuk 2027-2029
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ingin Saingi Starlink, China Berencana Luncurkan 200 Ribu Satelit ke Luar Angkasa
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rekrutmen Anak Jalanan Diapresiasi, DPR Tekankan Pendampingan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
PM Spanyol Santai Tanggapi Isu AS Ingin Tendang Negaranya dari NATO karena Tak Dukung Perang Iran
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.