KOMPAS.TV - Asa perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kian redup. Meski gencatan diperpanjang sepihak oleh Amerika, Iran tegas menolak berunding jika Trump masih memaksakan syarat.
Di tengah buntunya negosiasi, sekutu AS, Israel, menebar ancaman. Militer Israel menyatakan telah menyisir target-target strategis dan siap menarik pelatuk jika Washington mengizinkan, dengan meluncurkan serangan yang diklaim akan mengembalikan Iran ke “zaman batu”.
Namun Iran tak gentar. Mereka mengklaim persenjataannya masih banyak untuk melawan serangan Israel. Bahkan Kementerian Pertahanan Iran menyatakan sebagian besar kemampuan rudalnya masih belum dimanfaatkan, serta memproduksi lebih dari 1.000 jenis senjata di seluruh negeri.
Seperti dikutip dari media Iran Press TV, juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menyebut kapasitas rudal merupakan hasil investasi dan persiapan selama lebih dari 25 tahun di industri pertahanan. Ia menegaskan, meskipun beberapa fasilitas mengalami kerusakan, proses produksi dan dukungan tetap berjalan di seluruh wilayah negara tersebut.
Upaya perdamaian Amerika dan Iran semakin pelik setelah Selat Hormuz menjadi titik sengketa kedua negara. Militer Amerika Serikat dilaporkan mengusir, menyita, bahkan menembak sejumlah kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran juga melakukan langkah serupa dengan menangkap kapal-kapal yang terhubung dengan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya di kawasan Hormuz.
Israel mengklaim telah menandai titik-titik strategis dan siap kembali menyerang Iran setelah mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat. Sementara itu, Iran menegaskan masih memiliki banyak cadangan rudal untuk menghadapi potensi serangan.
Pembahasan lebih lanjut menghadirkan pakar strategi Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara sekaligus alumni US Air War College, Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati, serta peneliti senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- iran
- as
- israel
- rudal iran
- perang
- timur tengah





