Penulis: Fityan
TVRINews – New York
Antonio Guterres sesalkan serangan Israel yang menewaskan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Praka Rico Pramudia, personel TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Prajurit berusia 31 tahun tersebut menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan luka kritis akibat serangan artileri tank Israel di Lebanon Selatan.
Melalui pernyataan resmi di platform X yang dikutip Minggu 26 April 2026, Guterres mengonfirmasi bahwa insiden fatal ini bermula dari tembakan artileri Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menghantam posisi statis UNIFIL.
Temuan awal investigasi PBB menunjukkan bahwa serangan tersebut secara langsung mengenai area yang dijaga oleh kontingen Indonesia.
"Saya sangat terpukul menerima kabar bahwa seorang penjaga perdamaian Indonesia kembali gugur akibat luka-luka yang dideritanya," tulis Guterres
Eskalasi di Jalur Biru
Kematian Praka Rico menambah daftar panjang risiko yang dihadapi oleh pasukan helm biru di tengah meningkatnya tensi antara kelompok Hizbullah dan militer Israel.
PBB mencatat, hingga saat ini, total enam personel UNIFIL telah tewas dalam serangkaian insiden di sepanjang perbatasan yang dikenal sebagai Blue Line.
Guterres menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap personel internasional yang bertugas di bawah mandat PBB.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap posisi penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel telah merenggut nyawa enam penjaga perdamaian dan melukai beberapa lainnya. Serangan-serangan ini harus dihentikan," tegas Sekjen PBB tersebut.
Penghormatan Terakhir
Selain menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia dan rekan-rekan korban di medan tugas, Guterres juga memberikan perhatian khusus kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Beliau mendoakan agar personel lain yang masih dalam masa perawatan medis dapat segera pulih sepenuhnya.
Gugurnya Praka Rico Pramudia menjadi pengingat pahit atas tingginya harga yang harus dibayar dalam upaya menjaga stabilitas regional di Timur Tengah.
Saat ini, otoritas PBB terus melakukan koordinasi ketat dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan akuntabilitas atas insiden artileri tersebut dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dari kalangan sipil maupun pasukan penjaga perdamaian.
Editor: Redaksi TVRINews





