Indonesia Serukan Sinergi Global Hadapi Tantangan Pangan Dunia

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia menegaskan posisi strategisnya dalam memperkuat ketahanan pangan global dengan mendorong kolaborasi regional yang lebih konkret dan terintegrasi di kawasan Asia Pasifik.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Sidang ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (Asia-Pacific Regional Conference/ APRC) 2026. Forum itu menjadi wadah penting bagi negara-negara anggota untuk merumuskan langkah kolektif dalam menghadapi tekanan global terhadap sektor pangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menyoroti peran penting subsektor perkebunan sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi kawasan.

“Perkebunan menjadi tulang punggung bagi jutaan pekebun dan berkontribusi besar terhadap devisa negara. Dengan kolaborasi regional, transfer inovasi dan teknologi bisa dipercepat, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan sektor semakin terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (26/4/2026).

Menurut Ali, Indonesia juga mendorong penguatan kolaborasi di tingkat subregional agar implementasi program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan kapasitas antarnegara sekaligus mempercepat adopsi praktik terbaik di sektor pertanian.

Sebagai informasi, Food and Agriculture Organization (FAO) melalui APRC merupakan forum strategis yang mempertemukan negara-negara anggota guna merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pangan serta pertanian di kawasan Asia Pasifik.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum tersebut menegaskan peran strategis Tanah Air dalam mendorong transformasi sistem pangan global di tengah dinamika dunia yang terus berubah. Langkah itu juga dinilai memperkuat sektor pertanian nasional sebagai pilar utama pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga: Drone Pertanian Berstandar Nasional, RI Siapkan Lompatan Menuju Pertanian 4.0

Baca Juga: Amran Sulaiman: Kebijakan Pemerintah Kunci Keberhasilan Swasembada Beras dan Kesejahteraan Petani

Baca Juga: Ekspor Sawit Melonjak, Amran Sebut Indonesia Kuasai Lebih dari 60 Persen Pasar Global

Secara terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tantangan pangan kini tidak lagi bersifat lokal, melainkan lintas negara dan semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, gejolak geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok.

“Tidak ada satu negara pun yang bisa berdiri sendiri menghadapi tantangan ini. Kolaborasi regional adalah kunci untuk menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan produktivitas, dan memastikan akses pangan tetap terjaga,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kerja sama antarnegara harus bergerak lebih maju, tidak hanya berhenti di tingkat forum, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata seperti pertukaran teknologi, penguatan riset bersama, hingga skema pembiayaan inovatif untuk sektor pertanian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Insiden Penembakan, Trump Kirim Pesan Keras: Kami Tak Akan Mundur
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Muzani Dorong RI Kembangkan Bibit Sapi yang Produktif dan Sesuai Iklim
• 23 jam laludetik.com
thumb
Aturan Baru untuk Liburan ke Eropa
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
IVAXCON 2026 serukan urgensi vaksin lindungi kesehatan lintas generasi
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Menkum Supratman Soroti Pentingnya Pelaku Industri Olahraga Daftar Hak Kekayaan Intelektual
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.