FAJAR, MAKASSAR –Ambisi PSM Makassar untuk mengamankan poin penuh saat menghadapi Bali United semakin terlihat serius. Dalam laga krusial yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (27/4/2026), tim berjuluk Juku Eja itu berpotensi tampil dengan komposisi lini belakang terbaiknya—bahkan bisa dibilang paling komplet dalam beberapa pekan terakhir.
Kabar kembalinya Dusan Lagator dan Syahrul Lasinari menjadi angin segar yang sangat dinanti. Keduanya sebelumnya absen saat PSM meraih kemenangan 3-1 atas Persik Kediri, sebuah laga yang tetap dimenangkan tetapi menyisakan catatan di sektor pertahanan.
Lagator sempat menepi akibat kombinasi cedera dan akumulasi kartu kuning setelah pertandingan melawan Borneo FC Samarinda. Sementara itu, Syahrul harus absen karena kartu merah yang ia terima dalam laga yang sama. Kini, dengan kondisi yang membaik dan hukuman yang kemungkinan telah selesai dijalani, keduanya kembali masuk dalam rombongan tim ke Bali.
Kehadiran mereka membuka peluang bagi PSM untuk kembali menggunakan formasi lini belakang dengan empat pemain asing sekaligus—sebuah skema yang dinilai paling solid. Nama-nama seperti Yuran Fernandes, Aloisio Soares, dan Victor Luiz sebelumnya sudah menjadi tulang punggung pertahanan. Kini, dengan kembalinya Lagator, opsi taktik semakin kaya.
Formasi ini bukan sekadar soal nama besar, tetapi juga keseimbangan. Yuran dikenal sebagai pemimpin lini belakang dengan kemampuan membaca permainan, sementara Aloisio dan Victor Luiz memberikan stabilitas serta fleksibilitas di sektor sayap dan tengah. Lagator sendiri bisa menjadi pelengkap yang memperkuat kedalaman skuad sekaligus menjaga intensitas permainan sepanjang 90 menit.
Dampak lain dari kembalinya Syahrul Lasinari juga cukup signifikan. Posisi bek kanan yang sebelumnya ditempati gelandang seperti Ananda Raehan kini bisa kembali ke peran aslinya. Ini memungkinkan lini tengah PSM kembali lebih solid, terutama dalam peran sebagai gelandang bertahan yang krusial dalam memutus serangan lawan.
Legenda klub, Anwar Liko, menilai tambahan kekuatan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi permainan. Ia menekankan bahwa lini belakang harus tampil disiplin dan kokoh jika PSM ingin membawa pulang hasil maksimal.
“Tambahan kekuatan di sektor belakang ini penting untuk menjaga konsistensi permainan. Kita harap semoga pemain belakang tampil solid dan kokoh,” ujarnya.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Bali United dikenal memiliki pola serangan balik yang cepat dan efektif, terutama melalui sektor sayap. Hal ini terbukti saat pertemuan pertama musim ini, di mana PSM harus menelan kekalahan 0-2 akibat celah di sisi pertahanan yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan.
Evaluasi dari laga tersebut menjadi kunci. PSM tidak boleh kembali mengulangi kesalahan yang sama—terutama dalam menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Transisi permainan akan menjadi aspek krusial yang menentukan hasil akhir.
Di sisi lain, tim pelatih juga masih memantau kondisi beberapa pemain yang mengalami cedera. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada laporan tim medis. Meski demikian, ia tetap optimistis dengan kedalaman skuad yang ada.
“Pemain cedera informasi tunggu tim medis. Kalau memang mereka katakan tidak siap, saya percaya kepada pemain tersedia. Mereka pasti memberikan yang terbaik untuk tim,” ujarnya.
Situasi ini mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap seluruh anggota tim, bukan hanya pemain inti. Dalam fase akhir kompetisi seperti sekarang, rotasi dan kesiapan pemain pelapis sering kali menjadi pembeda.
Secara klasemen, PSM saat ini masih tertahan di peringkat 14 dengan 31 poin. Kemenangan atas Bali United bisa mengangkat mereka ke posisi ke-12 dengan 34 poin—sebuah lompatan penting dalam upaya menjauh dari zona degradasi.
Dengan kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, serta motivasi tinggi, PSM Makassar datang ke Bali bukan sekadar untuk bermain, tetapi untuk bertarung habis-habisan. Lini belakang yang lebih lengkap menjadi fondasi utama, namun pada akhirnya, hasil akan ditentukan oleh bagaimana mereka mampu menjaga konsistensi dan disiplin sepanjang pertandingan.
Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang momentum—apakah PSM mampu bangkit dan mengubah arah musim mereka sebelum semuanya terlambat.





