Iran mengeksekusi seorang pria bernama Amer Ramesh yang divonis bersalah lantaran terlibat serangan ke pasukan keamanan di wilayah Tenggara Iran. Amer Ramesh merupakan anggota militan Sunni Jaish al-Adl.
Dikutip dari AFP berdasarkan laporan Kantor Berita Mizan, Amer Ramesh ditangkap selama operasi anti-terorisme di wilayah Pirsahrab, Chabahar, Provinsi Sistan-Baluchestan. Kendati demikian tanggal penangkapan dan vonis dari Amer Ramesh ini belum diketahui hingga kini.
Amer divonis bersalah atas "pemberontakan bersenjata melalui serangan bom dan penyergapan yang menargetkan pasukan militer". Jaish al-Adl diketahui kelompok militan terlarang yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat.
Pengadilan menjatuhkan hukuman mati pada Amer Ramesh. Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung setelah banding yang diajukan oleh pengacaranya, menurut pihak yudisial.
"Hukuman mati terhadap Amer Ramesh dilaksanakan pada dini hari tadi," ujar pihak yudisial Iran, dilansir AFP, Minggu (26/4/2026).
Diketahui Iran telah melakukan serangkaian eksekusi mati selama konflik dengan AS dan Israel berlangsung. Adapun saat ini konflik tersebut tengah ditangguhkan melalui gencatan senjata.
Pada Sabtu, Iran juga dilaporkan mengeksekusi mati seorang yang dituduh sebagai mata-mata Mossad Israel. Diberitakan AFP, Iran menjadi negara terbanyak kedua di dunia yang melakukan hukuman mati setelah Tiongkok.
Provinsi Sistan-Baluchestan yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan, merupakan tempat tinggal mayoritas muslim Sunni Baluch. Wilayah ini telah lama menjadi titik bentrok antara pasukan keamanan Iran dan kelompok bersenjata, termasuk narkoba dan separatis.
(dwr/gbr)





