Beijing (ANTARA) - PT Indomobil National Distributor ingin memboyong produk kendaraan utilitas sport (SUV) listrik ukuran menengah, Leapmotor C10, yang dinilai cocok dengan kebutuhan keluarga di Indonesia.
"Memang betul, C10 ini terkenal sebagai family SUV (kendaraan utilitas sport keluarga) yang sangat mementingkan human tech," ujar CEO Indomobil Tan Kim Piauw di Beijing, China, Minggu.
Tan mengatakan kerja sama sedang dimatangkan oleh Indomobil bersama Stellantis untuk memboyong produk tersebut ke Indonesia melalui skema perakitan terurai lengkap atau completely knocked down sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan industri otomotif nasional, termasuk tingkat komponen dalam negeri sesuai rumusan regulasi dari pemerintah.
"Jadi, TKDN ini memenuhi banyak hal, ada bicara sumber daya manusia, ada bicara suku cadang tertentu yang bisa dilokalisasi. Prinsipnya, kami memenuhi paling tidak di tahap awal itu TKDN yang diminta oleh pemerintah," kata Tan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dari sisi spesifikasi, Leapmotor C10 memiliki panjang bodi 4.739 milimeter yang memberikan ruang kabin luas untuk kebutuhan keluarga modern.
Kendaraan ini juga menggunakan material tekstil bagian dalam (interior) bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, yang menjamin bahan bebas dari zat berbahaya sehingga aman bagi penumpang, termasuk anak-anak.
Struktur kendaraan didukung teknologi Cell-to-Chassis (C2C) yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan. Pendekatan ini diklaim meningkatkan kekakuan bodi sekaligus menjaga stabilitas dan meningkatkan keamanan saat bermanuver.
Dari sisi baterai, mid-size electric SUV dari Leapmotor itu didukung kemampuan motor listrik rear-wheel drive (RWD) hingga 168kW.
Spesifikasi teknis mencatat kapasitas baterai sebesar 69,9 kWh yang mampu menempuh jarak maksimal hingga 477 kilometer dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan standar New European Driving Cycle.
Selain itu, Leapmotor C10 juga dilengkapi dengan 16 fitur keselamatan aktif (advanced driver assistance systems) untuk keamanan berkendara.
Hal itu menjadikan C10 sebagai kendaraan listrik SUV murni yang menawarkan fleksibilitas lebih untuk membawa barang dan penumpang.
Tan Kim Piauw menyatakan harga resmi Leapmotor C10 belum diumumkan dan pihaknya akan mempertimbangkan faktor nilai tukar mata uang serta kebijakan insentif pemerintah terhadap kendaraan listrik.
Penguatan produksi lokal ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.