Live Streming dan Siaran Langsung Bali United Vs PSM Makassar: Kejutan Taktik Ahmad Amiruddin dan Tugas Krusial Dusan Lagator

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Pertandingan antara Bali United dan PSM Makassar pada pekan ke-30 Super League musim 2025/2026 bukan sekadar laga biasa. Di balik jadwal yang padat, tekanan klasemen, dan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal, tersimpan narasi besar tentang perjuangan, strategi, dan harapan yang dipertaruhkan hingga detik terakhir.

PSM datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan beban yang tidak ringan. Posisi mereka di peringkat ke-14 dengan 31 poin membuat setiap pertandingan tersisa terasa seperti final. Ancaman degradasi masih nyata, terlebih jarak dengan zona merah belum sepenuhnya aman. Dalam situasi seperti ini, tidak ada ruang untuk kesalahan—sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Di sisi lain, Bali United justru berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil. Bermain di kandang (meski tanpa tekanan suporter penuh seperti biasanya), mereka tetap menjadi kekuatan yang menakutkan. Produktivitas gol tinggi dan kepercayaan diri yang sedang memuncak menjadi modal besar bagi tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut.

Pelatih sementara PSM, Ahmad Amiruddin, memahami betul tantangan yang akan dihadapi timnya. Ia tidak menutup mata terhadap kualitas lawan, terutama dalam aspek menyerang.

“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Namun di balik kewaspadaan itu, terselip optimisme. Kemenangan 3-1 atas Persik Kediri pada laga sebelumnya menjadi suntikan moral yang sangat berarti. Momentum itu ingin dijaga, bahkan ditingkatkan, meski kondisi skuad belum sepenuhnya ideal.

“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” lanjutnya.

Masalah terbesar PSM saat ini bukan hanya soal lawan, tetapi juga kondisi internal tim. Cedera dan kebugaran pemain menjadi faktor yang terus membayangi. Amiruddin pun bersikap realistis dalam menentukan siapa yang akan diturunkan.

“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran kembali Dusan Lagator dan Syahrul Lasinari menjadi kabar baik yang sangat dinanti. Keduanya berpotensi melengkapi lini belakang bersama Yuran Fernandes, Aloisio Soares, dan Victor Luiz—sebuah komposisi yang memberi keseimbangan antara pengalaman, fisik, dan kemampuan membaca permainan.

Bukan hanya soal bertahan, kehadiran mereka juga memberi efek domino ke lini tengah. Pemain seperti Ananda Raehan bisa kembali ke posisi naturalnya, memperkuat transisi dan menjaga ritme permainan.

Di lini depan, sorotan tertuju pada Alex Tanque. Striker asal Brasil itu datang dengan ambisi besar untuk mengakhiri puasa golnya. Meski belum mencetak gol dalam beberapa laga terakhir, ia tetap menunjukkan keyakinan tinggi terhadap timnya.

“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa laga ini memiliki nilai yang jauh lebih besar dari sekadar tiga poin.

“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucapnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas yang sedang dibangun dalam skuad PSM—bahwa setiap laga adalah kesempatan terakhir, setiap peluang harus dimaksimalkan.

Namun Tanque juga tidak ingin timnya terjebak pada asumsi bahwa absennya beberapa pemain Bali United akan menjadi keuntungan besar.

“Saya kira tidak terlalu penting siapa yang main. Saya lebih menekankan kepada tim kita harus main dengan baik. Karena siapa pun yang akan bermain di Bali, tidak akan membuat perubahan besar atau selisih besar dalam hal kualitas, karena Bali punya tim yang bagus,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pengingat penting bahwa sepak bola bukan hanya tentang siapa yang tampil, tetapi bagaimana sebuah tim bermain sebagai kolektif.

Pada akhirnya, laga ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil: disiplin lini belakang, efektivitas serangan, serta kemampuan menjaga fokus sepanjang pertandingan. Dalam situasi tekanan tinggi seperti ini, mentalitas sering kali menjadi pembeda utama.

Bagi PSM Makassar, ini bukan hanya soal menghadapi Bali United. Ini tentang bertahan di kasta tertinggi, tentang menjaga harga diri, dan tentang membuktikan bahwa mereka layak tetap berada di level ini.

Dan ketika peluit akhir berbunyi nanti, hasilnya bukan hanya akan tercatat sebagai angka di klasemen—tetapi juga sebagai cerminan dari seberapa besar mereka berjuang di tengah tekanan yang begitu nyata.

Laga kedua tim bisa diasakikan Senin, 27 April 2026 di vidio dan indosiar pukul 16.30 Wita atau 15.30 WIB.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Lantik Jumhur Hidayat jadi Menteri LH-Hasan Nasbi Penasihat Khusus
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Dukungan Konsisten Pertamina
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kripto Masih Rawan? Analis Buka Suara Soal Skenario Harga Bitcoin Jatuh ke US$40.000
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peringatan 30 Tahun Otda, Wamendagri: Evaluasi Tak Berhenti, Integritas Kunci
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Ambisi KEK Finansial, Ekonom Wanti-Wanti Pencucian Uang hingga Benturan Hukum
• 4 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.