jpnn.com, JAWA BARAT - Polda Jawa Barat memastikan akan mengawal jalannya aksi buruh di berbagai daerah agar tetap berlangsung aman dan damai pada 1 Mei 2026.
Polisi menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang.
BACA JUGA: Polda Jabar Tangkap 4 Orang Perusuh Saat Peringatan May Day di Bandung
Namun di balik itu, kepolisian juga mengingatkan adanya potensi kerawanan yang bisa muncul dalam aksi massa besar.
Salah satunya adalah kemungkinan penyusupan kelompok tertentu yang tidak berkepentingan, tetapi berupaya memicu tindakan anarkis dan mengganggu jalannya aksi.
BACA JUGA: Simak, Pemerintah Punya Kejutan pada Hari Buruh 2026
"May Day kami dukung, tapi harus tetap tertib, aman, dan damai," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangannya, Senin (27/4).
Perwira Menengah Polri itu menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mengawal jalannya demokrasi, termasuk dalam momentum May Day.
BACA JUGA: Polda Metro Jaya Buka Ruang Dialog untuk Serap Langsung Aspirasi Buruh
Menurutnya, aksi buruh merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang sah selama dilakukan sesuai aturan.
Dia menyebut, pihaknya menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat secara terbuka. Namun, ia juga mengingatkan agar seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
"Silakan sampaikan aspirasi, tapi tetap tertib dan damai," ujarnya.
Di sisi lain, Hendra mengingatkan bahwa dalam setiap kerumunan massa besar selalu ada potensi masuknya pihak ketiga yang tidak memiliki kaitan dengan kepentingan buruh.
Kelompok ini, kata dia, kerap memanfaatkan situasi untuk memancing kericuhan.
Karena itu, Polda Jabar akan memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi pergerakan mencurigakan sejak dini dan mencegah potensi gangguan keamanan.
Hendra juga mengimbau para koordinator aksi dan pimpinan serikat buruh agar lebih jeli dalam memantau barisan massa. Jika ada individu yang mencoba memprovokasi atau merusak fasilitas umum, diminta segera dilaporkan ke petugas.
Untuk memastikan kegiatan berjalan kondusif, kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis. Aparat di lapangan akan mengutamakan dialog dalam menghadapi massa aksi.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan secara situasional guna menghindari kemacetan di pusat-pusat kota. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat umum tetap berjalan normal meski ada aksi unjuk rasa.
"Pengamanan dilakukan agar kegiatan tetap kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum maupun aktivitas masyarakat," jelasnya.
Dia menambahkan, upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan antara hak buruh dalam menyampaikan aspirasi dan hak masyarakat lainnya untuk beraktivitas tanpa hambatan.
Polda Jabar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama peringatan May Day. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Selain itu, polisi menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau tindakan anarkis. Penindakan ini dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik yang bisa merugikan banyak pihak.
"Jaga situasi agar tetap kondusif, hindari potensi gesekan antara aparat, buruh, dan masyarakat," pungkasnya.
Dengan sinergi antara aparat keamanan, buruh, dan masyarakat, Polda Jabar berharap peringatan May Day tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan bermartabat.
Momentum ini diharapkan tetap menjadi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif tanpa gangguan. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




