Dedi Mulyadi Imbau Bobotoh Tak Lagi Ribut di Medsos, Minta Dukung Persib Kejar Gelar Ketiga

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDDedi Mulyadi mengimbau Bobotoh untuk tak lagi ribut di medsos. Gubernur Jabar minta dukung Persib kejar gelar ketiga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengarahkan perhatian publik agar tidak terus terjebak dalam perdebatan di media sosial terkait bonus Persib Bandung.

Terbaru, Dedi Mulyadi imbau bobotoh tak lagi ribut di medsos. Ia meminta dukung Persib kejar gelar ketiga.

Gubernur Jabar mengimbau semua pihak, terutama bobotoh, agar mengalihkan perhatian dan energi pada dukungan nyata bagi tim yang sedang berjuang meraih gelar juara.

Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial pribadinya pada Minggu (26/4/2026). Ia menilai dinamika yang muncul, termasuk polemik terkait bonus, sebaiknya tidak terus diperpanjang agar konsentrasi tim tetap terjaga.

"Saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Haturnuhun!" tutur Dedi Mulyadi.

Seruan tersebut muncul di tengah ramainya perbincangan publik usai ia mengungkap adanya bonus bagi para pemain Persib Bandung. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai hal tersebut tidak perlu berlarut-larut.

Menurutnya, fokus utama seharusnya tertuju pada penampilan Persib di lapangan. Dengan kompetisi yang masih berlangsung dan target besar yang ingin dicapai, dukungan yang solid dinilai jauh lebih penting dibanding perdebatan panjang.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa bonus tersebut berasal dari Maruarar Sirait sebagai bentuk dukungan terhadap Persib yang tengah berupaya meraih gelar juara Liga 1 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Ia juga mengungkapkan bahwa skema bonus tersebut merupakan hasil pembahasan bersama jajaran manajemen puncak Persib Bandung. Dalam diskusi itu ditegaskan bahwa upaya meraih hattrick juara bukanlah hal mudah dan membutuhkan motivasi tambahan.

"Dan Top Management tersebut menyampaikan bahwa tantangannya sangat berat. Karena tantangannya berat maka diperlukan supporting yang sangat tinggi. Itu yang disampaikan oleh Bang Ara.

 

Sehingga secara spontan saat itu Bang Ara menyampaikan bahwa akan membantu memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan," katanya.

Pada saat itu, Persib masih menyisakan tujuh pertandingan hingga akhir musim. Dari jumlah tersebut, lima laga di antaranya merupakan pertandingan tandang yang masing-masing akan mendapat bonus sebesar Rp 1 miliar.

"Dan jumlah uang yang diberikan sebesar Rp 5 miliar untuk lima pertandingan. Dan pada saat itu saya menanyakan, bolehkah itu menurut peraturan ketentuan, melanggar atau tidak. Top management mengatakan tidak ada pelanggaran," sambung Dedi Mulyadi.

Walau sempat ramai diperbincangkan, Dedi Mulyadi kembali mengingatkan agar semua pihak tidak terlalu larut dalam polemik yang ada. Ia berharap suasana dukungan tetap kondusif demi kepentingan tim.

Dengan pertandingan yang masih tersisa, ia menilai Persib memerlukan fokus penuh. Dukungan dari para suporter diharapkan bisa menjadi suntikan semangat tambahan untuk menjaga performa hingga akhir musim.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi menanggapi dengan santai kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” yang dibawa bobotoh Persib Bandung saat pertandingan melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026). Alih-alih tersinggung, ia justru menyampaikan terima kasih karena merasa diingatkan agar tidak terlalu banyak berbicara mengenai Persib Bandung.

"Teman-teman Bobotoh yang berada di Tribun Utara GBLA, saat pertandingan melawan Arema, saya mengucapkan terima kasih ya atas spanduk yang dibentangkannya," kata Dedi dikutip dari Instagram.

Menurut Dedi, tulisan dalam spanduk tersebut memiliki niat yang positif. Ia menilai para bobotoh ingin menjaga agar dunia sepak bola tetap profesional dan tidak dicampuradukkan dengan kepentingan lain, termasuk urusan politik.

"Saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik," katanya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut menyampaikan bahwa kritik semacam itu penting dan seharusnya diterima dengan sikap terbuka. Ia memandang hal itu sebagai pengingat agar semua pihak tetap memahami batasan saat berbicara mengenai sepak bola.

"Saya ucapkan terima kasih saya sudah diingatkan," ucap Dedi.

 

Ia juga mengimbau para bobotoh agar lebih memusatkan perhatian pada dukungan untuk Persib Bandung dalam menghadapi lima pertandingan tersisa, bukan terlibat perdebatan di media sosial. Menurutnya, energi suporter sebaiknya diarahkan untuk memberikan dukungan maksimal kepada para pemain Maung Bandung.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan. Bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Haturnuhun," kata Dedi.

Diketahui, spanduk berwarna putih dengan tulisan “Shut Up KDM” menjadi viral di media sosial dan mencuri perhatian publik. Sejumlah warganet menilai aksi tersebut sebagai bentuk kritik terbuka dari suporter kepada tokoh publik, agar dunia sepak bola tidak dicampuri kepentingan politik. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kukuhkan Forum PRB, Wali Kota Tangerang Tekankan Kolaborasi Hadapi Dampak Perubahan Iklim
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Banyak Aduan Publik, Kemendagri Turun Tangan Awasi Gubernur Kaltim
• 4 jam laludisway.id
thumb
Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, 22 Biksu Ditangkap di Sri Lanka
• 23 jam laludetik.com
thumb
Mengenal Minggu Paskah IV atau Minggu Panggilan yang Jatuh pada 26 April 2026
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Otonomi Daerah Berjalan 30 Tahun, Ahmad Luthfi Dorong Kemandirian Fiskal
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.