Komnas HAM Ungkap Temuan Rekaman CCTV Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap sejumlah temuan baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI Saurlin P Siagian menyebut temuan itu diperoleh dari pemeriksaan delapan pihak serta analisis rekaman kamera pengawas atau CCTV dan data komunikasi.

BACA JUGA: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kang TB Singgung Aktor Intelektual


Kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. (Reuters: Willy Kurniawan)

"Berdasarkan hasil analisis dan bukti-bukti berupa rekaman CCTV, hasil analisis seluler dari kepolisian, teknologi yang digunakan kepolisian untuk mengakses percakapan dari BTS (Base Transceiver Station) serta keterangan saksi, Komnas HAM menyimpulkan bahwa berdasarkan klaster analisis rekaman CCTV, setidak-tidaknya terdapat empat belas orang yang saling terhubung di sekitar kantor YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Jakarta Pusat," katanya dalam konferensi pers perkembangan kasus Andrie Yunus di Jakarta, Senin (27/4/2026).

BACA JUGA: Anggap Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Bukan 4 Orang, Komnas HAM Desak Polisi Buka Pengusutan

Selain itu, terdapat lebih dari lima orang tak dikenal lain yang berada di lokasi dengan aktivitas mencurigakan serta dugaan keterlibatan pelaku lain yang tidak berada di tempat kejadian.

Komnas HAM juga menemukan indikasi penggunaan identitas palsu dalam registrasi nomor telepon, yang diaktifkan hanya satu hingga dua hari sebelum kejadian.

BACA JUGA: Minta Tolong kepada Prabowo, Sitti Aminah: Bantu Anak Saya

"Patut diduga juga para pelaku menggunakan identitas atas nama lain untuk meregistrasi nomor HP telepon selulernya, di antaranya menggunakan nama anak berusia lima tahun, ibu rumah tangga, dan lansia guna menutupi identitasnya," kata Saurlin.

Temuan lain menurut dia, menunjukkan keterkaitan pergerakan pelaku dengan sebuah lokasi yang diduga menjadi titik awal aktivitas sebelum kejadian penyiraman air keras.

Selain itu, pelaku diduga membawa barang mencurigakan seperti plastik berisi cairan dan perangkat tertentu, serta masih mengikuti korban setelah kejadian.

Komnas HAM menilai rangkaian temuan tersebut menunjukkan pola koordinasi yang kuat sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Upaya pengungkapan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat diidentifikasi dan diproses sesuai hukum.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
38 Penumpang KRL Dirawat di RS, 4 Meninggal Dunia
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Dishub Bekasi Kaji Pemberlakukan Pembatasan Jam Operasional Truk, Cegah Kecelakaan
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Dudung Abdurachman Buka Layanan Pengaduan 24 Jam di KSP
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Detik-Detik Mencekam KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Histeris!
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Kemenperin Dorong Wirausaha IKM untuk Pengentasan Kemiskinan
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.