JAKARTA, DISWAY.ID - Proses evakuasi korban kecelakaan yang melibatkan Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung intensif.
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dikerahkan secara maksimal untuk mengevakuasi korban, terutama yang masih terjepit di dalam rangkaian kereta.
BACA JUGA:Dengan BPJS Kesehatan, Lugimen Bisa Cuci Darah Dua Kali Sepekan Tanpa Biaya
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan kondisi di lokasi kejadian cukup kompleks.
“Di mana mana impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo Anggrek dan juga komuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari komuter,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut memerlukan penanganan khusus dengan melibatkan personel berkemampuan teknis tinggi. Ia menyebut, pihaknya harus melakukan penanganan khusus melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrifikasi secara secara teliti dan juga terukur. “Karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih dalam dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup,” lanjutnya.
BACA JUGA:KAI: Korban Tewas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Bertambah Jadi 14 Orang
Menurut Syafii, tantangan utama dalam proses evakuasi adalah kondisi korban yang masih terjepit material kereta. Namun, kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut. Karena itu, operasi penyelamatan ini dilakukan kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang. “Kita laksanakan nonstop, tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift. Sehingga seluruh personil yang melakukan tindakan khusus tersebut tidak pernah terjeda dan saat ini masih terus berlangsung,” jelasnya.
Basarnas memastikan seluruh personel bekerja tanpa henti dengan sistem pergantian tim guna menjaga efektivitas operasi di lapangan. Ia berupaya melakukan yang terbaik untuk bisa mengevakuasi khususnya korban-korban yang dalam bertahan dan kondisi selamat.
Dari sisi teknis, proses penanganan juga dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan korban. Rangkaian dari kereta api dari Argo Bromo Anggrek sudah dapat ditarik. Hanya saja gerbong komuter di dalam KA Argo Bromo Anggrek masih belum dievakuasi.
“Saat ini memang belum kita laksanakan penarikan karena kita akan memprioritaskan tiga korban yang sedang dalam proses,” kata Syafii.
BACA JUGA:Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL, 54 Masih Dirawat
Hingga saat ini, fokus utama tim gabungan masih pada penyelamatan korban yang diduga masih hidup dan terjebak di dalam gerbong.
Upaya evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko tambahan, mengingat struktur kereta yang mengalami kerusakan berat akibat benturan.





