PT PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka posko informasi bagi keluarga korban dan masyarakat pascainsiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Posko tersebut akan beroperasi selama 14 hari di dua lokasi, yakni Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pembukaan posko dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Utama KAI. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan informasi bagi keluarga korban dapat terpenuhi.
“Posko untuk informasi terkait kejadian hari ini kami buka selama 14 hari di dua tempat, yakni di Stasiun Gambir dan juga di Stasiun Bekasi Timur,” kata Anne kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Anne menuturkan keberadaan posko juga bertujuan membantu proses pendataan serta pengembalian barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian.
Menurut dia, KAI telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan dan mengidentifikasi barang-barang tersebut sebelum diserahkan kepada keluarga korban.
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian. Nantinya keluarga kemungkinan membutuhkan barang-barang tersebut dan bisa menghubungi kami melalui pos informasi keluarga,” ujar Anne.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii, memastikan tidak ada lagi korban yang ditemukan dalam proses pembersihan gerbong KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Baca Juga: PT KAI Sampaikan Permohonan Maaf atas Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Baca Juga: KAI Buka Suara Soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
“Saya pastikan tidak ada korban lagi yang kami temukan. Namun, dalam proses pembersihan bangkai kereta, apabila ditemukan sekecil apa pun bagian tubuh korban, kami akan mengambil tindakan sesuai prosedur,” kata Syafii.
Ia menambahkan, seluruh anggota Tim SAR telah dipulangkan ke pangkalan atau homebase masing-masing sejak pukul 08.00 WIB.





