Kisah Abah Sadri Lansia di Sumedang, Tolak Uang Rp 5 juta dari Dedi Mulyadi Meski Hidup Serba Kekurangan

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDKisah Abah Sadri, lansia di Sumedang yang tolak uang Rp 5 juta dari Dedi Mulyadi meski hidup serba kekurangan.

Ada momen tak terduga saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkunjung ke Kabupaten Sumendang, beberapa waktu lalu. Pada malam hari, Dedi Mulyadi bertemu dengan pria lansia duduk termenung di teras saung di tengah sawah seorang diri.

Kisah Abah Sadri lansia di Sumedang kini menjadi sorotan. Sosoknya tolak uang Rp 5 juta dari Dedi Mulyadi meski hidup serba kekurangan.

Saat berkunjung, Dedi Mulyadi mengetahui kenyataan menyedihkan yang dialami pria lanjut usia tersebut. Kondisi itu membuat Dedi Mulyadi berniat memberikan bantuan sebesar Rp5 juta, namun dengan syarat pria tersebut harus menjelek-jelekkan dirinya.

Walaupun sedang berada dalam kesulitan ekonomi, lansia itu tetap memilih menolak tawaran tersebut. Pria lanjut usia itu diketahui bernama Sadri Suhaendi.

Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil atau saung yang berada di Desa Guntur Mekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Abah Sadri, yang lahir pada tahun 1942 dan kini berusia 84 tahun, ternyata hanya menumpang tinggal di saung milik tetangganya karena tidak mempunyai rumah sendiri.

Di masa tuanya, ia harus menjalani hidup dengan keterbatasan fisik. Mata kanannya sudah tidak dapat melihat akibat katarak, sementara penglihatan mata kirinya pun mulai kabur.Perjalanan Hidup

Tak banyak yang tahu, lansia yang kini hidup sendiri itu dulunya merupakan sopir truk ekspedisi yang cukup berhasil di Bandung pada era 1960-an hingga 1988.

Abah Sadri mengungkapkan bahwa pada masa jayanya, ia pernah menangani proyek pemerintah untuk penyuluhan tanaman vanili. Saat itu, ia memiliki penghasilan besar serta jaringan pergaulan yang luas.

Namun kehidupan berubah drastis. Ia menggambarkan kehancuran hidupnya sebagai "tsunami" dalam rumah tangga. Karena pengaruh halusinasi dan bisikan gaib, ia mengaku pernah berjalan kaki sangat jauh hingga ke Cileunyi, yang kemudian berujung pada kebangkrutan.

Keadaan semakin berat setelah ia merasa dikhianati istri mudanya yang menghabiskan harta benda serta merusak barang-barangnya. Bahkan, anak-anak dari istri mudanya disebut tak lagi mengakuinya sebagai ayah.

 

Ujian di Tengah Kemiskinan

Kisah Abah Sadri mencuri perhatian ketika Dedi Mulyadi datang menyamar sebagai pria bernama Haji Udin asal Majalengka. Saat Abah Sadri sedang tidak memiliki uang sama sekali untuk makan, Dedi Mulyadi memberinya tawaran besar sekaligus menguji prinsip hidupnya.

Ia menawarkan uang mulai dari Rp1 juta, Rp3 juta, hingga Rp5 juta dengan syarat Abah Sadri harus menghina dan mencaci Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat yang dianggap tidak becus serta tidak peduli rakyat kecil.

Meski sangat membutuhkan uang untuk bertahan hidup, Abah Sadri dengan tegas menolak tawaran tersebut.

"Walaupun disuruh 5 juta, Abah tidak bisa mengatakan begitu," ujar Abah Sadri dengan teguh.

Baginya, merendahkan orang lain merupakan perbuatan tidak baik yang bertentangan dengan ajaran yang diyakininya. Ia pun lebih memilih mendoakan kesehatan sesama daripada menghina demi mendapatkan uang.

Harapan Sederhana

Saat ini, Bah Sadri masih menetap di saung tersebut dengan bantuan anak dari istri pertamanya. Di tengah segala keterbatasan, ia tetap memiliki tekad untuk hidup mandiri.

Ia berencana mengelola kolam ikan dan memelihara ayam di sekitar saung agar bisa memperoleh penghasilan sendiri untuk membeli beras.

Kisah Abah Sadri menjadi pengingat bahwa integritas dan harga diri tidak dapat ditukar dengan uang, bahkan saat berada dalam keadaan paling sulit sekalipun. Abah Sadri menunjukkan bahwa walaupun harta benda telah tiada, kehormatan diri tetap harus dijaga. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Pastikan Ketercukupan Gizi pada Menu MBG
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus 2 ART Lompat di Benhil, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan hingga TPPO
• 22 jam laludisway.id
thumb
Terduga Penculik Bocah 4 Tahun Tewas Dihakimi Massa di Rejang Lebong
• 36 menit lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Siap Beri Insentif untuk Pasar Modal Kalau...
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Tinjau Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dony Oskaria Prioritaskan Penanganan Korban
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.