Jakarta: Pemerintah Estonia menekankan pentingnya transformasi sektor maritim menuju keberlanjutan sebagai respons terhadap tekanan energi global, gangguan rantai pasok, dan tuntutan dekarbonisasi industri.
Hal tersebut disampaikan dalam forum Estonian Maritime Delegation Business di Jakarta pada Selasa, 28 April 2026.
Menteri Infrastruktur Estonia, Kuldar Leis, menyebut sektor maritim harus beradaptasi dengan cepat melalui teknologi dan efisiensi energi. Menurutnya, perubahan ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Salah satu langkah yang dilakukan Estonia adalah mendorong program retrofitting kapal untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah Estonia bahkan mengalokasikan dana sekitar 25 juta euro untuk mendukung peningkatan efisiensi energi kapal.
“Kami memiliki ribuan kapal di dunia yang perlu diubah menjadi lebih hemat energi. Targetnya, kapal-kapal ini akan lebih efisien di masa depan,” ujar Leis.
Selain itu, Estonia juga mengembangkan konsep pelabuhan pintar yang minim birokrasi dan sepenuhnya terdigitalisasi. Sistem ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi, meskipun implementasinya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.
Di bidang keamanan, Estonia menaruh perhatian pada perlindungan infrastruktur maritim seperti kabel bawah laut yang vital bagi energi dan komunikasi. Berbagai solusi berbasis keamanan siber dan teknologi otonom tengah diuji untuk mengurangi risiko gangguan.
Leis menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengadopsi solusi berkelanjutan tersebut, terutama karena skala sektor maritim yang luas. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara kedua negara dapat mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan.
Melalui kerja sama ini, Estonia berharap transformasi menuju sektor maritim berkelanjutan tidak hanya menjawab tantangan energi global, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara. (Keysa Qanita)
Baca juga: Delegasi Estonia Bahas Hormuz hingga Kerja Sama Maritim dalam Kunjungan ke Jakarta




