Jakarta: Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah memeriksa 10 jenazah korban kecelakaan KRL dengan KA di Stasiun Bekasi Timur. Identifikasi korban terkendala.
“Ada beberapa kendala, pada saat kita cek jenazahnya di Mobile Automated Multi-Biometric Identification System tidak keluar identitasnya,” ujar Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono, di RS Polri Keramat Jati, Selasa 28 April 2026.
Prima mengatakan sebagian jenazah memang dalam kondisi relatif utuh. Tetapi, ditemukan jenazah yang memiliki kerusakan tubuh. Termasuk, pada bagian penting yakni kepala, untuk pengenalan wajah.
Meskipun begitu, Prima menyebut pihaknya terus mendalami proses identifikasi. Sehingga hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada warga lebih lanjut.
Baca Juga :
Imbas Kecelakaan KA Bekasi, 198 Penumpang Batalkan Tiket Daop 4 SemarangRumah Sakit Polri Kramat Jati telah menerima 10 jenazah korban kecelakaan maut antara KRL dengan KA di Stasiun Bekasi Timur. Proses identifikasi terhadap para korban tengah dilakukan.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono. Foto: Metro TV/Vania
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga pascakejadian tersebut, segera mendatangi RS Polri Kramat Jati. Langkah ini dilakukan guna membantu percepatan pengidentifikasian korban.
“Bisa juga dilaporkan melalui posko crisis center yang sudah kami sediakan di TKP,” kata Budi.
Polda Metro Jaya menyiapkan posko crisis center bagi para korban kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL Comuter Line di Stasiun Bekasi Timur.




