Warga Sulsel Diduga Jadi Korban Perompakan di Somalia, Gubernur Koordinasi dengan Kementerian Terkait

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menindaklanjuti laporan seorang warga asal Kabupaten Gowa yang menjadi korban penyanderaan di perairan Somalia.

Korban, Kapten Ashari Samadikun (33), seorang pelaut asal Dusun Moncongloe, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattalassang, dilaporkan disandera saat menakhodai kapal tanker Honour 25 berbendera Uni Emirat Arab yang berlayar dari Oman sejak 21 April 2026.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat tingginya jumlah pekerja asal Sulawesi Selatan yang bekerja di sektor pelayaran internasional.

Atas arahan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel segera melakukan pendampingan dengan mengunjungi rumah keluarga korban pada Senin (27/4/2026) malam.

Gubernur Andi Sudirman menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan kasus tersebut.

“Kami telah menghubungkan keluarga korban dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri. Proses ini terus kami kawal dan pantau perkembangannya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Melalui Dinas Ketenagakerjaan, keluarga korban juga difasilitasi untuk berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri P2MI guna memperoleh informasi terbaru terkait kondisi korban.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah keluarga korban dilakukan untuk memberikan pendampingan sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Semalam kami menyambangi kediaman keluarga korban atas arahan Bapak Gubernur. Kami juga menghubungkan keluarga dengan Wakil Menteri melalui sambungan telepon agar memperoleh informasi terkini,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah disandera selama sekitar satu pekan. Kapten Ashari diketahui bertugas memimpin kapal tanker yang mengangkut muatan minyak dari wilayah Uni Emirat Arab menuju Somalia.

Sebelumnya, pelayaran kapal tersebut berjalan lancar dengan pengawalan keamanan. Namun pada pelayaran terakhir, kapal dilaporkan tidak mendapat pengawalan, sehingga diduga membuka peluang terjadinya perompakan.

Jayadi menyebutkan, terdapat 18 awak kapal yang menjadi korban penyanderaan, termasuk empat warga negara Indonesia, salah satunya berasal dari Sulawesi Selatan. Kasus ini saat ini ditangani melalui jalur diplomasi oleh pemerintah pusat bersama otoritas terkait di kawasan perairan internasional.

Ia menambahkan, korban masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat, meski situasi masih dalam pemantauan intensif.

“Kami hadir untuk memastikan pemerintah memberikan pendampingan dan terus berupaya melalui koordinasi agar ada proses mediasi sehingga para korban dapat segera dibebaskan dengan selamat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepribadian Orang yang Mudah Mengingat Wajah Tetapi Melupakan Namanya
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Susi Pudjiastuti Resmi Menjabat Komisaris Utama Bank BJB
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
APPRI rilis studi terbaru mengenai tren belanja jasa "public relation"
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Banyuwangi Unggul Nasional, Kinerja Pemerintah Daerah Tuai Pengakuan
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KRL Diperkirakan Baru Bisa Melintas ke Stasiun Cikarang Rabu Siang
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.