Perampok Sekap Ibu Anak dan Diancam Golok di Pangalengan

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komplotan perampok merampok sebuah rumah dan menyekap ibu berinisial NF (37 tahun) dan anak berusia 15 tahun di Kampung Padawaas, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Kamis (23/4/2026) dini hari. Mereka sempat diancam mengunakan golok.

Kanitreskrim Polsek Pangalengan AKP Rachmat Koswara mengatakan tindak pidana perampokan di rumah korban terjadi Kamis (23/4/2026) dini hari kemarin. Ia menyebut korban NF saat kejadian tengah tidur di kamarnya.

Baca Juga
  • Ambil Uang Pensiun Rp16 Juta dari Bank, Kakek di Bandung Barat Dirampok di Angkot
  • Nelangsa Petani di Bandung Barat Usai Hasil Panen Padinya Raib Digasak Maling
  • DMI Kabupaten Bandung Kian Aktif, KDS Dukung Penguatan SDM Pengurus Masjid

Kemudian, tiga pelaku masuk ke dalam rumah melalui jendela yang sudah dirusak. Mereka masuk ke kamar NF dan mengancam agar tidak berteriak sambil memegang senjata tajam golok.

"Telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mana diduga pelaku masuk dengan cara merusak jendela rumah," kata dia melalui keterangan yang diterima, Jumat (24/4/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia mengatakan pelaku mengancam menghabisi korban jika berteriak. Para pelaku pun sempat memukul korban sebanyak lima kali ke bagian wajah dan tangan korban.

Rachmat mengatakan pelaku mengikat korban dan anaknya menggunakan tali rapia. Setelah itu, para pelaku mengambil barang berharga mulai dari satu unit motor, perhiasan, hingga dua unit ponsel.

"Perhiasan kurang lebih Rp 5 juta," kata dia.

Setelah itu, ia mengatakan para pelaku meninggalkan lokasi. Sedangkan korban langsung menjerit meminta tolong kepada warga setempat. Petugas saat ini masih terus melakukan penyelidikan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KRL Rute Cikarang akan Dibuka Kembali Siang Ini
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Alasan Terdakwa Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras: Beri Efek Jera Supaya Tidak Jelek-jelekan TNI
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
6 Perjalanan Kereta Api di Daop 2 Bandung Dibatalkan Imbas Tabrakan KRL di Bekasi
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bilangnya Efisiensi, Ongkos AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji Pegawai
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
106 Ribu Anak di Jabar Tidak Sekolah, Dedi Mulyadi Minta Akses Pendidikan Gratis Bagi Masyarakat Tak Mampu Diutamakan
• 7 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.