Google Izinkan AI Dipakai Operasi Rahasia Militer AS meski Diprotes Pegawai

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Pejabat di Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan Google telah mencapai kesepakatan untuk mengizinkan sistem kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk pekerjaan militer rahasia. Kesepakatan ini terwujud, meski para peneliti di Google protes.

“Kesepakatan itu ditandatangani pada Senin (27/4) pukul 4 sore waktu AS,” menurut seseorang yang mengetahui masalah itu, dikutip dari Bloomberg, Rabu (28/4).

Juru bicara Google mengatakan perusahaan telah mengubah kontraknya dengan Pentagon. Meskipun banyak detail kesepakatan belum jelas, ia menyampaikan bahwa kesepakatan mencakup pemberian akses API kepada Pentagon, yang memberi lembaga negara itu kemampuan untuk terhubung langsung ke perangkat lunak perusahaan, tetapi tidak mencakup pekerjaan khusus atau pengembangan model.

“Kami percaya bahwa menyediakan akses API ke model komersial kami, termasuk pada infrastruktur Google, dengan praktik dan ketentuan standar industri, merupakan pendekatan yang bertanggung jawab untuk mendukung keamanan nasional,” kata juru bicara Google.

Ia memastikan perusahaan tetap berkomitmen pada konsensus sektor swasta dan publik bahwa AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal domestik atau persenjataan otonom tanpa pengawasan manusia yang tepat.

Pentagon sebelumnya memasukkan Anthropic ke daftar hitam, karena protes AI Claude dipakai untuk pengawasan massal domestik dan senjata otonom oleh militer.

Kontrak yang telah diamandemen ini merupakan tonggak penting baru dalam penyediaan AI oleh Google kepada Pentagon, yang telah beberapa kali mengalami protes dari karyawan terkait penggunaan teknologi perusahaan untuk beberapa keperluan militer.

Yang terbaru terjadi pada Senin (27/4), ketika ratusan peneliti AI mengirimkan surat kepada CEO Alphabet, induk Google, Sundar Pichai, mendesaknya untuk menolak menyediakan sistem AI perusahaan untuk beban kerja rahasia bagi misi pertahanan AS.

“Kami, karyawan Google yang sangat prihatin dengan negosiasi yang sedang berlangsung antara Google dan Departemen Pertahanan AS,” demikian isi surat yang diberikan kepada Bloomberg. “Sebagai orang yang bekerja di bidang AI, kami tahu bahwa sistem ini dapat memusatkan kekuasaan dan bahwa sistem ini memang dapat melakukan kesalahan.”

Pada 2018, para pekerja Google juga memprotes penggunaan teknologi mereka oleh perusahaan untuk Proyek Maven, inisiatif Pentagon untuk menggunakan AI guna menganalisis rekaman drone yang telah menjadi inti dari cara Amerika berperang.

Protes tersebut mendorong perusahaan untuk berjanji tidak akan membuat senjata dan teknologi lain yang berpotensi berbahaya.

Google mengatakan pada saat itu bahwa pekerjaan mereka pada Proyek Maven dimaksudkan untuk ‘tujuan non-ofensif’. Akan tetapi, di tengah protes dan kekhawatiran bahwa teknologi tersebut dapat menyebabkan konsekuensi yang mematikan, perusahaan memutuskan untuk tidak memperbarui kontraknya untuk Maven.

Sebelumnya, The Information telah melaporkan bahwa kesepakatan Google untuk menyediakan sistem AI kepada Pentagon untuk pekerjaan rahasia ‘untuk tujuan pemerintah yang sah’.

Google juga mengundurkan diri dari tantangan hadiah Pentagon senilai US$ 100 juta untuk menciptakan teknologi bagi kawanan drone otonom yang dikendalikan suara setelah sebelumnya termasuk di antara peserta yang berhasil. Keputusan ini diambil setelah tinjauan etika internal, menurut catatan yang merujuk pada hal itu. Google secara resmi menyebutkan kurangnya ‘sumber daya’ sebagai alasan pengunduran diri, menurut catatan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KKB Kembali Tembak 2 Warga Sipil di Yahukimo, Pelaku Diburu Satgas Damai Cartez
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Dudung hingga KDM Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Akhir Cerita Wikimedia yang Sempat Terancam Diblokir Negara
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Usai Berjuang di Sanya, Pelatih Timnas Basket 3x3 Putri Apresiasi Dukungan Masyarakat Indonesia
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK tekankan peran keluarga jadi benteng antikorupsi di Sulsel
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.