Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Di hadapan parlemen Amerika, sang Raja serukan persatuan demi menjaga stabilitas keamanan Eropa.
Raja Charles III menyampaikan pidato di hadapan Kongres Amerika Serikat, menekankan urgensi pertahanan Ukraina dan peran vital NATO di tengah dinamika politik global yang kian volatil.
Penampilan Raja Charles di sesi gabungan Kongres ini merupakan pidato pertama penguasa Inggris dalam 35 tahun terakhir.
Kunjungan kenegaraan empat hari ini bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, sebuah momentum yang digunakan sang Raja untuk mempererat "hubungan istimewa" antara kedua negara.
Pesan Tersirat untuk Donald Trump
Meski disampaikan dalam bingkai diplomasi yang halus, pidato tersebut ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai imbauan strategis kepada Presiden Donald Trump.
Raja Charles menekankan bahwa kepemimpinan Amerika Serikat tetap menjadi pilar stabilitas dunia liberal.
"Kata-kata Amerika membawa bobot dan makna, sebagaimana yang telah terjadi sejak kemerdekaan. Tindakan bangsa besar ini jauh lebih berarti," ujar Raja Charles di hadapan para senator dan anggota dewan dari kedua partai politik yang dikutip The Guardian.
Ia juga menyinggung prinsip dasar demokrasi yang tertuang dalam Magna Carta, menekankan pentingnya "kekuatan eksekutif yang tunduk pada mekanisme checks and balances," sebuah pernyataan yang disambut hangat oleh anggota parlemen dari kubu Demokrat.
Keamanan Global dan Krisis Iklim
Terkait konflik di Eropa Timur, Raja Charles menyerukan "tekad yang teguh" untuk mendukung rakyat Ukraina demi mewujudkan perdamaian yang adil dan langgeng.
Ia mengingatkan bahwa aliansi NATO adalah jantung dari pertahanan bersama yang melindungi warga Amerika Utara dan Eropa dari ancaman musuh.
"Tantangan yang kita hadapi terlalu besar untuk dipikul oleh satu bangsa sendirian," tegasnya. "Dalam lingkungan yang tidak terprediksi ini, aliansi kita tidak boleh hanya bersandar pada pencapaian masa lalu."
Selain isu pertahanan, Raja Charles memberikan perhatian serius pada krisis iklim. Mengutip visi Teddy Roosevelt tentang kekayaan alam Amerika, ia memperingatkan bahwa runtuhnya sistem alam merupakan ancaman nyata bagi fondasi ekonomi dan keamanan nasional.
Dimensi Ekonomi dan Kerja Sama Militer
Di tengah isu ancaman tarif dagang, sang Raja menyoroti kuatnya hubungan ekonomi kedua negara yang mencakup perdagangan tahunan senilai $430 miliar dan investasi timbal balik sebesar $1,7 triliun yang mendukung jutaan lapangan kerja di kedua sisi Atlantik.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan AUKUS, program kapal selam trilateral dengan Australia, yang ia sebut sebagai upaya membangun ketahanan bersama demi keamanan generasi mendatang.
Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, John Thune, menyambut baik kunjungan tersebut dengan menyebut Inggris sebagai sekutu paling utama dalam sejarah Amerika.
Sementara itu, Pemimpin Minoritas Demokrat, Chuck Schumer, menggunakan momen ini untuk mengingatkan pentingnya sekutu internasional.
"Kunjungan Raja Charles III harus menjadi pengingat bagi Presiden dan setiap pejabat terpilih di negara ini bahwa teman dan sekutu itu penting. Terutama untuk keamanan Eropa, NATO sangatlah krusial," kata Schumer.
Kunjungan ini menandai babak baru diplomasi Inggris-Amerika di era pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer, di mana kedua negara berupaya menyelaraskan langkah di tengah berbagai perbedaan kebijakan luar negeri dan perdagangan yang kompleks.
Editor: Redaktur TVRINews





