Univ Cenderawasih: dari Lapangan Penuh Beling ke Panggung Nasional Campus League

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

“Lapangan latihan kami dilempari botol kaca minuman keras!”

Latihan rutin yang biasanya dilakukan tim basket putra Universitas Cenderawasih (Uncen) harus terhenti. Bola tak bisa dipantulkan, sepatu tak jadi dipakai. Selama dua hari, mereka cuma bisa menyapu satu per satu beling pecahan botol yang dilempar orang tak dikenal.

Mulanya Alfa Hari Kusumanegara heran mengapa begitu banyak bekas lemparan botol kaca di tempat latihannya. Tapi, perlahan ia sadar; upayanya mendekatkan anak Papua dengan hal positif melalui basket tak sepenuhnya disambut dengan tangan terbuka.

Alih-alih mendapat dukungan, pelatih yang mengarsiteki tim basket putra Universitas Cenderawasih itu justru seperti dihujani “ancaman”. Alfa menduga, perubahan yang dibawa ke timnya menjadi pemicu. Anak-anak basket putra Uncen kini tak lagi terbawa "arus".

"Jadi karena mereka ini udah jauh dari minuman (keras) udah nggak pernah lagi mereka minum. Bener-bener tinggalkan barang itu sama mereka," kata Alfa, pelatih kepala basket putra Universitas Cenderawasih di GOR Universita Negeri Surabaya, Selasa (28/4).

"Opini saya sih mungkin karena minuman nggak laku, kita yang kena. Karena anak-anak sekarang pada olahraga," tutur pria yang tercatat pernah mengarsiteki timnas basket kelompok umur itu.

Jauhkan Hal Negatif

Namun, alih-alih mundur habis diancam, Alfa dan rekan pelatihnya di Uncen justru semakin termotivasi. Dirinya makin yakin bahwa sudah dalam jalan yang benar.

Bagi Alfa, membangun tim basket di Universitas Cenderawasih bukan sekadar soal menang dan kalah. Ada misi yang jauh lebih besar di baliknya. Ia ingin menjadikan basket sebagai jalan keluar, jalur dari hal buruk menuju hal baik.

Bukan tanpa alasan. Ia melihat sendiri bagaimana lingkungan bisa membentuk pilihan hidup anak muda. Mabuk-mabukan plus pergaulan yang salah di lingkungan anak muda Papua sekitar berpotensi membuat mimpi indah akan masa depan terkubur.

Perubahan sosial itulah yang coba dihadirkan Alfa lewat medium basket. Alfa menanamkan disiplin, latihan terstruktur, pola hidup sehat, hingga tanggung jawab sebagai mahasiswa. Kombinasi racikannya sempurna, para pemain tak cuma berprestasi di lapangan tapi juga cemerlang di ruang belajar.

“IPK mereka di atas tiga. Silakan cek IPK mereka, semua di atas tiga. Jadi orang bilang, 'Oh, ternyata pemain basket ini ganteng terus mereka pinter nggak mabuk. Terus kehidupan ibadahnya luar biasa'," kata Alfa.

Ucapan Alfa tentu bukan klaim sepihak saja. Hal itu diamini oleh kapten basket putra Uncen, Willard Audre. Baginya, basket bukan hanya olahraga, tapi berhasil menjadi arah hidup.

Mahasiswa Jurusan Ekonomi ini menekankan bahwa pilihan untuk menjauh dari hal negatif bukan paksaan, melainkan kesadaran.

"Basket menghindarkan saya dari hal-hal yang tidak perlu saya coba seperti mabuk-mabukan atau apa pun itu. Di basket ini saya dapat banyak hal, intinya belajar banyak hal sih dari basket. Basket juga banyak mengubah hidup saya," ujar pebasket 22 tahun itu.

Bawa Harum Papua

Awal pekan ini, perjalanan lebih dari 3.000 kilometer ke Surabaya ditempuh tim Universitas Cenderawasih demi bermain di Campus League Basket Season 1. Demi perjalanan sejauh itu, mereka tak mau jadi sekadar pelengkap dan ingin meraih juara.

Bagi Willard dan rekan-rekannya, Campus League bukan hanya kompetisi. Ini panggung antarkampus yang ideal untuk mengubah cara pandang terhadap anak-anak dari Bumi Cenderawasih.

“Mereka bilang kalau kita dari timur kayak gini nggak bisa. Kami Uncen hadir tuh untuk itu (berprestasi), kami bisa, kami bukan tidak bisa tapi kami bisa,” tegas kapten Universitas Cenderawasih itu.

Motivasi membara dari Jayapura itu berhasil dibuktikan oleh Williard cs di lapangan. Dari sekadar "kuda hitam" di sebelum kompetisi, mereka jadi favorit juara di Campus League Basket Surabaya Season 1.

Anak-anak Jayapura itu membuka laga Grup A dengan kemenangan atas Universitas Airlangga 66-48. Lalu, mereka juga berhasil bikin rekor skor tertinggi saat mengalahkan PPNS 160-17. Setelahnya, fase grup berhasil ditutup usai menang dalam duel ketat kontra Universitas Ciputra Surabaya yang berkesudahan dengan 71-69.

Meski sudah gaspol di fase grup, energi Uncen tak mengendur ketika melaju ke Regional Playoff. Menghadapi Universitas Negeri Malang, Marco Melandry dkk memastikan diri ke final dengan kemenangan meyakinkan 92-63.

Kini, kaki Uncen sudah berada di final. Tangan mereka sedikit lagi bisa menggenggam trofi juara. Tapi Universitas Cenderawasih menghadapi lawan berat, sang musuh bebuyutan Universitas Surabaya!

“Kita coba (kalahkan Ubaya) daripada nggak pernah dicoba kan? Kita siapkan semuanya untuk final. Targetnya juara!” kata Alfa.

Mau Jadi Role Model

Tapi juara atau tidak, target minimal Uncen sudah tercapai. Mereka lolos ke The Nationals yang akan digelar pertengahan Juni nanti di Jakarta. Kerja keras itu berbuah hasil manis. Sebuah pencapaian yang mungkin dulu terasa mustahil bagi tim yang mati suri hampir dua dekade.

Namun, bagi Alfa dan anak asuhnya ini bukan akhir. Keberhasilan Universitas Cenderawasih ke Campus League Basket Nasional justru baru awal dari tujuannya memberikan spotlight kepada anak-anak Bumi Cenderawasih. Terlepas dari apa pun hasilnya di The Nationals nanti, setidaknya Alfa berhasil menuntaskan misinya untuk meningkatkan eksposur terhadap basket Papua.

"(Motivasi terbesar datang) dari kehidupan di Papua. Kita harus kasih tahu bahwa kita itu tra kosong, kita nggak kosong. Kita ke sini ada sesuatu,” tutur Alfa.

"Target ke nasional, saya hanya ingin anak-anak ini dapat exposure lebih. Karena dari basket mereka makin dikenal orang Papua, jadi role model di Papua," sambungnya.

Bagi Uncen, basket jelas mampu untuk mengubah hidup mereka yang mau. Dari yang awalnya hanya bermain di Papua, kini mereka siap beradu di Jakarta. Dari yang harus menyapu pecahan kaca, kini mereka berhadapan dengan tim-tim terbaik. Dari yang akrab dengan lingkungan minum-minuman keras, kini nama mereka dielu-elukan di lapangan.

Dan mungkin, seperti yang diyakini Alfa sejak awal, ini baru permulaan. Sebab bagi tim Universitas Cenderawasih, basket bukan cuma tentang permainan. Ini tentang harapan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pupuk Kaltim Produksi 2,14 Juta Ton per Kuartal I 2026, Stok Capai 618 Ribu Ton
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Alasan Terdakwa Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras: Beri Efek Jera Supaya Tidak Jelek-jelekan TNI
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Ukraina Tuduh Israel Tampung Gandum Hasil Curian yang Dijual Rusia, Zelenskyy Meradang
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pertama dalam Sejarah, Indonesia Gugur di Fase Grup Piala Thomas 2026
• 10 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Mendiktisaintek Jawab Isu Penutupan Prodi Tak Relevan: Bukan Ditutup, tapi Dikembangkan
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.