Jakarta, tvOnenews.com - Setelah 20 tahun dinanti, akhirnya The Devil Wears Prada resmi merilis sekuel berjudul The Devil Wears Prada 2. Sekuel ini cukup mencuri perhatian, terutama karena para pemeran utamanya seperti Meryl Streep, Anne Hathaway, dan Emily Blunt kembali menghidupkan karakter-karakter ikonik mereka.
Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu (29/4/2026). Namun sebelumnya, tim tvOnenews sudah lebih dulu menyaksikan film ini dalam acara gala premiere yang digelar di XXI Plaza Indonesia pada Senin malam (27/4/2026).
Suasana gala premiere tersebut terasa bak peragaan busana eksklusif, di mana para tamu undangan tampil maksimal dengan gaya yang fashionable berwarna hitam-merah-putih, selaras dengan nuansa glamor yang dihadirkan dalam The Devil Wears Prada 2.
Lalu, apakah The Devil Wears Prada 2 layak masuk daftar tontonan? Mampukah sekuel ini menyamai, atau bahkan melampaui status ikonik film pertamanya? Berikut ulasannya.
Sinopsis:
Dua dekade setelah meninggalkan posisinya sebagai asisten Miranda Priestly (Meryl Streep) di majalah Runway, Andy Sachs (Anne Hathaway) berkembang menjadi jurnalis idealis yang dikenal lewat karya investigasi dan liputan panjangnya.
Reputasinya bukan main-main dibuktikan degan sejumlah penghargaan jurnalistik yang berhasil ia raih.
Namun, karier yang telah ia bangun perlahan runtuh ketika media tempatnya bekerja tiba-tiba kolaps akibat krisis finansial, membuat Andy dan seluruh karyawan kena PHK hanya dalam waktu singkat.
Di sisi lain, Majalah Runway masih bertahan meski harus beradaptasi dengan perubahan zaman, beralih dari majalah cetak menjadi platform digital.
Di balik itu, Nigel Kipling yang tetap menjadi tangan kanan Miranda menghadapi krisis serius ketika Runway terseret skandal eksploitasi tenaga kerja.
Dampaknya langsung terasa, dengan nilai saham dan citra Runway serta perusahaan induknya, Elias-Clark, anjlok drastis, memicu tekanan dari para pengiklan hingga langsung menghantam posisi Miranda sendiri.
Sementara itu, Emily Charlton (Emily Blunt) yang tadinya berperan sebagai asisten Miranda tampil sebagai sosok yang paling bertransformasi. Bukan lagi sekadar tangan kanan sang bos, tetapi menjadi salah satu pemain penting dalam lanskap fashion global.




