GAPKI: Biaya Logistik Naik, Ekspor CPO Turun 30% Maret-Februari 2026

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkap lonjakan harga minyak goreng rakyat Minyakita tidak lepas dari kenaikan biaya logistik global yang dipicu konflik geopolitik. Kondisi tersebut turut menyeret kinerja ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia yang tercatat anjlok hingga 30% pada Februari–Maret 2026.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan penurunan ekspor terjadi merata ke seluruh negara tujuan. Hal itu dipicu oleh lonjakan biaya freight dan asuransi yang meningkat signifikan hingga sekitar 50%, sehingga membuat harga minyak sawit menjadi kurang kompetitif di pasar global.

“Ekspor Februari—Maret itu data kita menunjukkan terjadi penurunan ekspor kita. Penurunannya sekitar 30% ke semua negara. Akibat apa? Akibat perang. Perang ini menyebabkan biaya untuk cost freight and insurance-nya itu naik sampai 50%. Nah, itu menyebabkan mereka, jadi mahal kan buat mereka kan? Karena transport-nya naik,” kata Eddy saat ditemui seusai Syukuran HUT dan Launching Buku 45 Tahun Gapki di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, kenaikan ongkos logistik tersebut mendorong sejumlah negara importir beralih ke minyak nabati lain yang lebih murah. Dampaknya, ekspor Indonesia mengalami penurunan tajam dalam periode tersebut.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penurunan ekspor juga berdampak langsung terhadap realisasi domestic market obligation (DMO). Pasalnya, kewajiban pasokan dalam negeri sangat bergantung pada volume ekspor yang dilakukan perusahaan.

Untuk itu, Eddy menegaskan turunnya DMO bukan disebabkan oleh keinginan pelaku usaha untuk mengurangi pasokan domestik ataupun karena harga minyak sawit yang tinggi. Hal ini mengingat seluruh mekanisme distribusi tetap berada dalam pengawasan melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah melalui Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah).

Baca Juga

  • Penjualan Astra Agro (AALI) Naik, Optimistis Harga CPO 2026 Moncer
  • Di Balik Aksi Perdana Lo Kheng Hong Lego Jumbo Saham SIMP, Emiten CPO Grup Salim
  • Perdana, Lo Kheng Hong Lego 8,18 Juta Saham SIMP, Emiten CPO Grup Salim
HET Minyakita Disesuaikan

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan HET Minyakita saat ini masih ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Namun, dia menilai HET tersebut sudah tidak lagi sepenuhnya mencerminkan kondisi biaya terkini. Meski demikian, dia menegaskan bahwa keputusan penyesuaian masih dalam tahap kajian.

“Kita lihat kan itu udah lama kan. Tahun berapa itu? Sudah 3 tahun lebih ya, Rp15.700 [per liter]. Kan semua harus disesuaikan,” kata Budi saat ditemui seusai konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyampaikan evaluasi HET akan mempertimbangkan berbagai faktor utama, mulai dari harga minyak sawit mentah (CPO), biaya kemasan, hingga distribusi.

Dia menjelaskan penyesuaian HET Minyakita bersifat fleksibel mengikuti dinamika harga bahan baku, termasuk CPO.

“HET Minyakita sesuai arahan dari rapat tadi kan sudah disampaikan oleh Pak Menko [Menko Pangan Zulhas], agar Kementerian Perdagangan mengkaji kembali. Karena kan HET terakhir itu tahun 2024. Ya kita bisa bandingkan lah waktu itu harga CPO-nya berapa, sekarang harga CPO-nya berapa. Itu kita lihat, kita kaji,” ujarnya.

Berdasarkan laman resmi Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga Minyakita mengalami tren berfluktuasi dalam satu bulan terakhir. Pada Rabu (29/4/2026), harga rata-rata Minyakita dibanderol Rp15.888 per liter, atau naik tipis 0,01% dibandingkan Selasa (28/4/2026) di level Rp15.887 per liter.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocoran Bahlil: Sejumlah Proyek Hilirisasi Groundbreaking Besok 29 April
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Sekdaprov Kepri Gerak Cepat Sinkronkan Program OPD
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Awas Macet, Mobil Terbakar di Tol Dalam Kota Arah Cawang
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Pemprov Papua Tengah Libatkan Masyarakat Adat dalam Penyusunan Program Otsus dan RKPD 2027
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Peserta UTBK di Untidar Tertangkap Curang Gunakan Alat di Telinga
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.