Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah berhasil mengembalikan arus kekayaan negara yang sebelumnya lari ke luar negeri untuk dinikmati langsung oleh masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui penggelontoran anggaran pada berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan 3 juta rumah.
Sumber pendanaan program-program tersebut diklaim berasal dari hasil penghematan anggaran serta penyelamatan uang negara dari praktik korupsi. "Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa?" ujar Prabowo saat menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).
Presiden menekankan bahwa kebijakan membagikan kekayaan negara melalui program rakyat merupakan langkah yang benar meskipun sering mendapat kritik terkait besarnya anggaran. Selain itu, program-progam tersebut dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi di tengah masyarakat secara langsung dan masif.
Program Makan Bergizi Gratis diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja melalui pengoperasian 30 ribu unit dapur produksi. "Siapa yang tidak di pihak rakyat silakan. Saya terus. Saya selalu akan berada di pihak bangsa dan rakyat Indonesia," tegasnya mengenai komitmen keberlanjutan program tersebut.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Renovasi 288.000 Sekolah Rampung pada 2028
Koperasi Desa Merah Putih juga ditargetkan memberikan kontribusi besar dengan potensi penyerapan lebih dari 1 juta orang tenaga kerja. Terlebih lagi, setiap satu unit koperasi tersebut diperkirakan membutuhkan sedikitnya 18 orang pekerja untuk menjalankan operasionalnya.
Pemerintah menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu indikator utama keberhasilan realokasi anggaran negara. Di samping itu, penguatan sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat turut menjadi bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan nasional.





