Grid.ID - Insiden tabrakan kereta di Bekasi telah memakan banyak korban jiwa. Buntut dari hal tersebut, Dedi Mulyadi mendesak polisi untuk menertibkan ormas di perlintasan sebidang.
Kecelakaan di Stasiun Bekasi menjadi salah satu insiden berdarah yang memakan banyak korban. Tabrakan tak bisa dihindari KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026).
Akibatnya, terdapat 16 korban jiwa dalam insiden tersebut. Hal ini memantik perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi Ingin Ormas Ditertibkan
Dedi Mulyadi meminta aparat kepolisian untuk segera menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menguasai perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Menurutnya, aset publik tidak boleh dikuasai kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi.
"Seluruh jajaran Polres Kota Bekasi segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jawa Barat. Tidak boleh ada lagi ormas, premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Saya pikir, tingkat Polsek saja bisa menyelesaikan," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Ia menilai, dalam jangka pendek perlintasan sebidang itu perlu dilengkapi palang pintu untuk meningkatkan keselamatan. Menurutnya, pemasangan keselamatan diperlukan sembari menunggu pembangunan infrastruktur permanen.
"Akan dibangun flyover, kalau sudah dibangun flyover baru tidak diperlukan (palang) lagi. Tapi dalam jangka pendek, itu bisa digunakan palang pintu untuk pengamanan. Dalam seminggu ini harus sudah terpasang," katanya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Dinas Perhubungan telah mengambil alih penjagaan perlintasan yang sebelumnya dikuasai pihak non-resmi. Hal ini merupakan langkah awal untuk mencegah praktik pungutan atau penguasaan aset publik oleh kelompok tertentu.
"Dishub hari ini sesuai dengan arahan Pak Gubernur, Dishub sudah mengambil alih untuk jaga perlintasan di dua pintu itu, di Ampera dan Bulak Kapal. Sementara, masih pakai (palang) manual," ucap Wali Kota Bekasi Tri Adianto.
Seperti yang telah diketahui, tabrakan terjadi antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL. Kecelakaan ini menyebabkan 16 orang penumpang perempuan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tabrakan kereta di Bekasi telah memakan banyak korban jiwa. Dedi Mulyadi pun mendesak polisi untuk menertibkan ormas di perlintasan sebidang serta pembangunan palang sementara. (*)
Artikel Asli




