Jakarta Selatan, 22 April 2026 – Memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April, Menabung Air Foundation (MAF) berkolaborasi dengan Daxtro Branch Jakarta dan Jakarta Montessori School menggelar kegiatan edukasi konservasi air yang melibatkan sekitar 130 siswa dari jenjang TK hingga SMA, serta 15 guru pendamping.
Kegiatan ini dirancang untuk mendorong pemahaman siswa tidak hanya pada aspek teoritis krisis air, tetapi juga pada penerapan solusi sederhana yang dapat dilakukan sejak dini. Daxtro Branch Jakarta bertindak sebagai mitra pelaksana program edukasi, sementara MAF memberikan pendampingan teknis dan materi berbasis praktik di lapangan.
Praktik Biopori: Seru, Sederhana, dan Berdampak
Salah satu fokus utama kegiatan adalah praktik pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) . Metode konservasi ini dikenal mampu meningkatkan daya serap tanah, membantu mengurangi risiko banjir, serta mengelola sampah organik. Pada sesi praktik, siswa diajak membuat media lubang biopori menggunakan botol plastik bekas dan pipa PVC , sekaligus memahami keterkaitan antara ketersediaan air tanah dengan pengelolaan sampah.
Tak hanya praktik lapangan, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan dan memahami lebih jauh isu krisis air. Pihak sekolah menyambut kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang relevan dengan isu lingkungan saat ini.
Apresiasi dari Guru dan Antusiasme Siswa
Pihak Jakarta Montessori School menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. “Kehadiran Menabung Air Foundation memberikan informasi dan tambahan ilmu baru terkait upaya menabung air bagi guru dan siswa di sini,” ungkap salah satu guru.
Syifa, Community Organizer MAF, menegaskan pentingnya edukasi berbasis praktik. “Konservasi lingkungan perlu dimulai dari perubahan pola pikir sejak usia dini. Antusiasme siswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik dapat menjadi pendekatan yang efektif,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Daxtro Branch Jakarta menyebut keterlibatan dalam program ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi lingkungan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan mendorong kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga sumber daya air,” tuturnya.
Pengalaman Belajar Berbeda bagi Siswa
Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membantu meningkatkan kesadaran bahwa kondisi lingkungan dapat berubah tanpa disadari jika tidak dijaga dengan baik.
Target Perluasan ke Lebih Banyak Institusi Pendidikan
Melalui kolaborasi ini, MAF bersama Daxtro Branch Jakarta menargetkan perluasan program edukasi konservasi air ke lebih banyak institusi pendidikan. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air, terutama di tengah meningkatnya tantangan krisis air global.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, praktis, dan melibatkan siswa secara langsung, kegiatan Hari Bumi ini menjadi bukti bahwa perubahan lingkungan yang berarti bisa dimulai dari langkah kecil—dan dari usia dini.





