Prodi Tak Relevan Terancam Dihapus, Begini Kata Mendiktisaintek!

disway.id
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Di tengah percepatan transformasi teknologi, sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi berpotensi kehilangan relevansi bahkan terancam dihapus jika tidak mengikuti kebutuhan industri. 

Isu ini menjadi perhatian dalam upaya menyelaraskan dunia pendidikan dengan perkembangan zaman.

BACA JUGA:Ucapan Menteri PPPA Pindahkan Gerbong Wanita Bikin Heboh, KAI Buka Suara

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan bahwa langkah yang diambil bukan sekadar menutup prodi, melainkan mendorong pembaruan kurikulum secara berkelanjutan. 

“Alih-alih menutup program studi, kita justru mengembangkan. Prodi harus terus meng-update pengetahuan yang diajarkan agar relevan dengan perkembangan teknologi,” ujar Brian, di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, perubahan dalam dunia teknologi berlangsung sangat cepat dan berdampak langsung pada kebutuhan industri. 

BACA JUGA:Usai Menang di Jerez, MK Ramadhipa Bidik Dominasi di Le Mans, Ungkap Nama Pesaing Kuat di RBRC 2026

Sebagai contoh, jurusan elektro saat ini telah berkembang jauh dibandingkan masa lalu. Jika sebelumnya belum mengenal Internet of Things (IoT), kini teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

Selain IoT, kemunculan kecerdasan buatan (AI) hingga komputasi kuantum juga mulai memengaruhi arah pengembangan program studi. 

Hal ini menuntut perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan.

BACA JUGA:Dorong Pariwisata Berkelanjutan 2026, Tiket.com Kolaborasi dengan Artotel dan Rumah Atsiri

Brian menambahkan, industri dan perkembangan teknologi harus menjadi acuan utama dalam evaluasi prodi. 

Keterkaitan antara dunia kampus dan dunia kerja menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan suatu program studi.

Konsep yang diterapkan adalah continuous improvement, yakni perbaikan berkelanjutan yang dilakukan secara periodik, minimal setiap dua hingga empat tahun. 

Dengan pendekatan ini, prodi tidak langsung dihapus, melainkan diperkuat agar tetap relevan dan adaptif.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DJP Hapus Sanksi Keterlambatan Pelaporan SPT Badan Tahun Pajak 2025
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Muncul ke Permukaan, Khamenei Sebut Kekalahan Memalukan Amerika dalam Perang
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isu Akses Udara AS Jadi Ujian Netralitas RI
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Shin Tae-yong Ditunjuk Jadi Penasehat Pelatih Timnas Football 7 Indonesia
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
China Berlakukan Tarif Nol Persen untuk 53 Negara Afrika, Dorong Perdagangan Global
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.