Jakarta: Masyarakat Maluku diajak memperkokoh negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dan menolak perpecahan. Imbauan ini disampaikan pascaperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang diwarnai dengan pengibaran bendera di sejumlah daerah pada Sabtu, 25 April 2026.
"Salam persaudaraan, salam Pancasila. Kami Majelis Latupati Kota Ambon menyampaikan kepada seluruh masyarakat Maluku yang kami cintai untuk memperkokoh barisan dan menjaga teguh semangat persatuan di atas segalanya," kata Wakil Ketua Majelis Latupati, Ali Hatala dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga :
Sukses Tingkatkan Keamanan dan Pelayanan Publik, Polresta Cirebon Sabet Penghargaan dari Lemkapi"Jaga stabilitas, mari kita jadikan kerukunan sebagai benteng pertahanan untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan sosial di tanah Kota Ambon. Satu jiwa, satu bangsa. Persatuan dan kesatuan adalah mandat sejarah yang harus kita rawat demi masa depan Kota Ambon yang lebih tangguh, berdalat, dan harmonis," ujar Ali.
Pernyataan sikap mantan Tahanan Politik (Tapol) RMS di Kota Ambon, Arens Saiya (tengah). Foto: Istimewa.
Sementara itu, mantan Tahanan Politik (Tapol) RMS di Kota Ambon, Arens Saiya menyampaikan pernyataan sikap bahwa ia sudah tidak melakukan perbuatan-perbuatan masa lalu. Kini, ia mengajak semua pihak menjaga kebersamaan dan keamanan di wilayah Maluku.
"Kami minta dari anak-anak Maluku mari kita terus bergandengan tangan untuk membawa Maluku ke depan menjadi Maluku sejahtera, aman, dan damai. Tinggalkan semua masalah masa lalu, mari kita bergandengan tangan untuk Maluku merdeka," ujar Arens.
Untuk diketahui, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Ambon dan secara umum di Maluku hingga saat ini aman dan kondusif. Masyarakat dinilai sudah sadar dan tidak lagi terpancing dengan adanya pengibaran bendera RMS, yang sengaja dilakukan orang-orang untuk mengganggu situasi kamtibmas yang semakin kondusif.




