HARIAN FAJAR, JAKARTA – Ledakan performa Adilson Silva di Liga 2 (Champhionship) musim 2025/2026 bukan sekadar kejutan. Ini sinyal kuat bahwa sang striker siap “naik kelas” dan menjadi rebutan klub-klub besar. Dengan ketajaman yang kembali tajam, peluang CLBK ke PSM Makassar terbuka. Akan tetapi, ancaman pembajakan dari Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga Persebaya Surabaya juga sangat nyata.
Penyerang asal Portugal itu tampil menggila bersama Adhyaksa FC. Hingga pekan ke-24, ia sudah mengoleksi 25 gol dari 24 pertandingan. Sebuah angka yang hampir pasti mengantarkannya ke gelar top skor Liga 2. Dengan sisa satu laga, para pesaingnya praktis kehabisan waktu untuk mengejar.
Mesin Gol yang Sulit Dihentikan
Ketajaman Adilson musim ini bukan sekadar konsisten, tetapi juga eksplosif. Ia sempat mencetak enam gol dalam satu pertandingan saat Adhyaksa FC menghancurkan Sriwijaya FC. Sebelumnya, ia juga memborong empat gol saat menghadapi PSPS Pekanbaru.
Secara statistik, ia unggul cukup jauh dari para pesaing seperti Gustavo Tocantins (PSS Sleman) dan Igor Henrique (Persiku Kudus) yang sama-sama mengoleksi 21 gol. Selisih empat gol dengan satu laga tersisa membuat posisi Adilson hampir tak tergoyahkan.
Ironi untuk PSM Makassar
Kebangkitan Adilson justru menjadi tamparan bagi PSM Makassar. Ia sempat didatangkan dari klub Portugal, Real SC, pada 2023 dan menunjukkan potensi dengan mencetak delapan gol di musim debut.
Namun, performanya merosot drastis pada paruh pertama musim 2024/2025 setelah gagal mencetak gol dalam 13 laga beruntun. Label “mandul” pun melekat, hingga akhirnya manajemen PSM memutuskan melepasnya lebih cepat.
Kini, keputusan tersebut terlihat prematur. Lepas dari tekanan di Makassar, Adilson justru menemukan kembali naluri golnya dan tampil jauh lebih tajam.
CLBK atau Dibajak Rival?
Pertanyaan besar kini mengarah ke masa depan Adilson. Jika Adhyaksa FC berhasil promosi ke kasta tertinggi, mereka tentu akan berusaha mati-matian mempertahankan sang striker.
Namun, jika peluang itu terbuka, PSM Makassar bisa menjadi destinasi logis. Kebutuhan Juku Eja akan striker tajam sangat jelas, dan Adilson sudah memahami kultur tim serta atmosfer kompetisi.
Di sisi lain, klub-klub besar juga berpotensi masuk dalam perburuan. Persib Bandung membutuhkan tambahan daya gedor untuk menjaga konsistensi di papan atas. Persija Jakarta masih mencari sosok striker yang benar-benar klinis. Sementara Persebaya Surabaya dikenal agresif dalam merekrut pemain ofensif berkualitas.
Striker “Matang” yang Siap Naik Level
Secara taktis, Adilson bukan hanya finisher, tetapi juga striker dengan insting positioning yang kuat. Ia mampu membaca ruang di kotak penalti, memaksimalkan peluang kecil, dan tampil efektif dalam berbagai skema serangan.
Kegagalannya di PSM lebih dipengaruhi faktor mental dan tekanan, bukan kualitas murni. Liga 2 memberinya ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri—dan hasilnya terlihat sangat signifikan.
Jika melihat tren ini, Adilson sudah berada di fase “matang” sebagai striker. Ia bukan lagi pemain spekulatif, melainkan aset siap pakai untuk klub Liga 1 yang membutuhkan jaminan gol instan.
Persaingan Pemain Lokal Tetap Menarik
Di tengah dominasi striker asing, muncul nama lokal seperti Ramadhan dari FC Bekasi City yang telah mencetak 12 gol. Ia sejajar dengan nama-nama seperti Ezechiel Ndouassel, Takumu Nishihara, dan Everton.
Meski begitu, sorotan utama tetap tertuju pada Adilson Silva. Dengan performa luar biasa musim ini, masa depannya dipastikan menjadi salah satu cerita paling panas di bursa transfer mendatang—apakah kembali ke PSM, bertahan di Adhyaksa, atau justru dibajak raksasa Super League.
Daftar Top Skor Liga 2 Championship 2025/2026:
25 Gol Adilson Silva (Adhyaksa FC)
21 Gol Gustavo Tocantins (PSS Sleman), Igor Henrique (Persiku Kudus)
17 Gol Connor Flynn-Gillespie (Persiraja Banda Aceh)
15 Gol Patrick Cruz (Kendal Tornado)
13 Gol Juninho Cabral (Sumsel United)
12 Gol Ezechiel Ndouassel (FC Bekasi City), Takumu Nishihara (Persiba Balikpapan), Ramadhan (FC Bekasi City), Everton (Garudayaksa FC)”





