jpnn.com, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan merayakan Hari Buruh Internasional bersama 3.000 pekerja perusahan PT Sayap Mas, Kabupaten Malang, Jumat (1/5).
Mengusung tema "Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari", kegiatan ini dikemas dalam bentuk sambung rasa dengan para buruh, layanan kesehatan, layanan konsultasi hukum perburuhan, pembagian 3.000 paket sembako, serta pentas musik dan seni.
BACA JUGA: Momen Prabowo Melemparkan Kemeja Seusai Berorasi pada Hari Buruh di Monas
Acara dimulai dengan tayangan pidato politik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Megawati, peringatan Hari Buruh harus dilihat dan perspektif historis dan kebudayaan. Pasalnya, perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap berbagai belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme.
BACA JUGA: Polri Jamin Hak Konstitusional Buruh Untuk Sampaikan Pendapat pada May Day 2026
"PDI Perjuangan menegaskan bahwa buruh bukan sekedar faktor produksi dalam angka-angka ekonomi, melainkan soko guru perjuangan dan bersama petani dan nelayan menjadi orientasi kemandirian bangsa. Kesejahteraan buruh adalah prasyarat keadilan sosial,” kata Megawati Soekarnoputri.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto dalam sambutannya menyampaikan bahwa partai adalah pelayan rakyat dan fraksi adalah sisi tajam perjuangan membela rakyat dalam berbagai bentuk peraturan daerah dan program kerja.
BACA JUGA: May Day di Jakarta, 5 Ribu Buruh Demo di DPR, Perwakilan Diterima Pimpinan Dewan
Dia memastikan PDIP akan terus bersama-sama buruh dalam memperjuangkan hak layak hidup, layak upah dan layak kerja di Kabupaten Malang.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends mengingatkan kembali ajaran Bung Karno tentang Trisakti dan keberpihakan pada kaum pekerja.
“Bung Karno menyatakan kemerdekaan sejati bukan hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan ekonomi, di mana tidak boleh ada penindasan manusia atas manusia, tidak boleh ada eksploitasi buruh oleh para pemilik modal," kata Mercy dalam keterangannya, Jumat (1/5).
Lebuh lanjut Mercy menegaskan bahwa buruh adalah tulang punggung dan fondasi ekonomi nasional.
"Perjuangan kita bukan untuk melemahkan industri, tetapi untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi san industri berjalan seiring dengan keadilan sosial,” ujar dia.
Terhadap berbagai masalah buruh dan ekonomi di Indonesia, Mercy menyatakan dengan tegas kebijakan ekonomi harus memastikan bahwa beban krisis tidak sepenuhnya dipikul oleh rakyat kecil.
"Sebagai langkah konkret, intervensi negara untuk mencegah PHK massal dan menjamin keberlangsungan kerja, penguatan jaminan sosial buruh tanpa pengurangan manfaat, terutama melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan," tegas Mercy.
Penyesuaian upah yang adil atas kenaikan biaya hidup, sambung dia, perlindungan menyeluruh bagi pekerja dan penegakan hukum tegas terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak pekerja.
“Keadilan sosial tidak akan pernah terwujud selama buruh masih diperas tenaganya tanpa jaminan hidup layak, upah layak dan kerja yang layak. Kita harus berani memilih berdiri bersama buruh, bersatu bersama buruh, untuk mewujudkan keadilan sosial bagi semua untuk semua,” ujar Mercy.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Denny Wicaksono dalam sambutannya menegaskan pemotongan dan pembatasan akses jaminan sosial, termasuk praktik pengurangan kepesertaan atau keterlambatan pembayaran iuran BPJS, berdampak langsung pada perlindungan buruh dan keluarganya.
Penahanan kenaikan upah bahkan di tengah inflasi yang meningkat, membuat kehidupan buruh terus terpuruk.
"Keluarga besar PDI Perjuangan dan anggota fraksi se-Jawa Timur akan terus berjuang bagi perlindungan dan kesejahteraan buruh, petani dan nelayan”.
Acara berlangsung lancar dan sukses, mendapat sambutan luar biasa dari para buruh.
Turut hadir dalam acara tersebut: Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning, Ketua DPP Bidang Penanggulangan Bencana Tri Rismaharini, Wasekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Ketua Poksi IX DPR RI sekaligus Ketua Panitia Panpel Mayday HBI 2026 Edi Wuryanto, anggota Poksi IX DPR RI Pulung Agustanto, Sihar Sitorus, Vita Ervina, Obet Rumbruren dan Bupati Kabupaten Malang H.M Sanusi.
Dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional DPP PDIP menyelenggarakan sejumlah kegiatan.
Dimulai dengan FGD RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, diikuti dengan kegiatan bakti sosial yang melibatkan 3.000 buruh perempuan di Kabupaten Malang, dan acara puncak peringatan akan berlangsung pada 3 April di GOR Otista, Jaktim. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




