Bisnis.com, PADANG — Petani di Provinsi Sumatra Barat mulai melakukan penanaman padi kembali setelah pemulihan lahan terdampak bencana alam dilakukan secara bertahap.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan luas lahan yang terdampak bencana di Sumbar lebih kurang mencapai 7.000 hektare. Sementara untuk kategori ringan dan sedang sekitar 3.902 hektare. Data terkini memperlihatkan rehabilitasi sudah mencapai sekitar 62% dan yang sudah ditanami hampir 50%.
"Pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana ini harus dilakukan lebih cepat. Bagi yang sudah pulih lahannya, sudah bisa ditanami padi kembali. Kenapa diminta olah kembali sejak dari sekarang, karena mengantisipasi potensi kekeringan seperti yang diungkapkan BMKG," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Dia menyampaikan pemerintah daerah akan terus mendorong upaya percepatan tanam agar lahan yang telah dipulihkan segera kembali produktif dan tidak terbengkalai.
“Penanaman kembali lahan yang telah dipulihkan harus cepat, supaya ketersediaan pangan, khususnya beras tetap aman,” tegasnya.
Selain percepatan tanam, lanjut Mahyeldi, langkah antisipasi terhadap kekeringan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menindaklanjuti arahan Kementerian Pertanian dengan memetakan wilayah rawan kekeringan agar musim tanam tidak terganggu.
Baca Juga
- Pemerintah Kebut 100 Gudang Bulog Rp5 Triliun Kala Stok Beras Tembus 5 Juta Ton
- Catat Rekor, Bulog Klaim Stok Beras Tembus 5 Juta Ton untuk Pertama Kali
- Ditegur Mentan, Rehabilitasi Lahan Sawah di Padang Mulai Dikebut
“Arahan Pak Sekjen segera kami tindak lanjuti supaya pada Agustus nanti tidak terdampak kekeringan dan kita bisa panen tepat waktu,” sebutnya.
Dengan langkah tersebut, dia mengemukakan Sumbar diharapkan dapat terus mendukung target nasional swasembada pangan melalui percepatan rehabilitasi lahan dan optimalisasi areal pertanian produktif.
Mahyeldi bilang sebagai bentuk keseriusan pemerintah mendorong penanaman padi kembali ini, telah ada Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai daerah secara nasional, termasuk di Sumbar.
Mahyeldi menjelaskan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, khususnya di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
"Kami optimistis dengan cara ini pertanian kembali bangkit, meski ada ribuan hektare sawah mengalami kerusakan. Tetapi kami akan terus mempercepat rehabilitasi dan percepatan tanam, agar kondisi pertanian bisa pulih kembali," sebut dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan, total 50.000 hektare lahan yang ditanami terdiri atas 5.000 hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), 43.000 hektare lahan Optimasi Lahan (Oplah), serta lahan terdampak bencana di Sumbar yang telah direhabilitasi.
“Lahan yang sudah siap tanam harus segera ditanami. Tidak boleh menunggu terlalu lama karena nanti kembali ditumbuhi semak dan tidak produktif,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan tanam merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan pemulihan sawah terdampak bencana di daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama akibat ancaman longsor susulan.
Dari sekitar 1.700 hektare lahan terdampak, sebagian telah mulai kembali ditanami dan kini memasuki usia tanam sekitar satu bulan. Proses rehabilitasi dilakukan melalui pola padat karya dengan skema bantuan yang langsung ditransfer ke rekening kelompok tani tanpa perantara.
“Dana bantuan langsung masuk ke rekening kelompok tani. Mereka mengelola sendiri, termasuk menyewa alat. Jadi perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kendati demikian, Bupati melihat ancaman sedimentasi dari perbukitan saat hujan deras masih berpotensi menimbun kembali sawah yang telah diperbaiki. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan tambahan alat berat, khususnya ekskavator mini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerusakan tidak kembali meluas.





