Poin-poin Tuntutan Buruh saat May Day 2026 Dihadiri Prabowo

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sejumlah pimpinan serikat buruh menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat (Jakpus). Tuntutan beragam mulai dari kebutuhan penjaminan daycare hingga penghapusan outsourcing disampaikan langsung ke Prabowo.

Aspirasi mengenai penyediaan daycare disampaikan Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah. Terlihat Prabowo langsung mencatat aspirasi yang disampaikan.

"Bagi pekerja-pekerja muda, yang baru menikah setelah dia berkeluarga dan punya anak mereka dihadapkan kepada pilihan yang pahit. Pilihan pertama anaknya harus dititipkan neneknya di kampung atau di antara mereka harus ada yang keluar (dari pekerjaan) untuk menjaga anak," kata Ilhamsyah, di Monas, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Menteri P2MI Apresiasi Perpres ILO 188, Sebut Kado Istimewa untuk ABK

Ilhamsyah berharap negara hadir untuk membuat daycare di tempat-tempat kawasan industri atau di pemukiman-pemukiman buruh. Dengan begitu, lanjutnya, anak-anak buruh diharapkan dapat hidup layak dan mendapatkan pengasuhan yang baik.

"Negara harus hadir untuk menciptakan manusia-manusia yang lebih baik ke depan dari balita sehingga anak-anak butuh mendapat jaminan kesehatan dan pengasuhan yang baik," katanya.

Aspirasi lainnya disampaikan Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Said menuntut pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan hingga menghapus outsourcing upah murah.

"Pertama, sahkan RUU Ketenagakerjaan. Kedua, kami menyebutkan HOSTU. Hapus Outsorcing, Tolak Upah Murah," katanya.

Said menyinggung situasi perang mengancam PHK pekerja. Dia meminta pemerintah segera mendeklarasikan pembentukan Satgas PHK.

"Perang telah mengancam PHK. Oleh karena itu satgas PHK bisa segera dideklarasikan," katanya.

Baca juga: Momen Prabowo Kepal Tangan Bareng Buruh Saat Lagu Internasionale Diputar

Selanjutnya, Said meminta pemerintah melakukan reformasi pajak terhadap buruh. Dia meminta pesangon dan THR buruh tak dikenakan pajak.

"Kami minta pesangon pensiun tak dikenakan pajak, THR juga tak dikenakan pajak," katanya.

Said melanjutkan, pihaknya mendukung disahkan RUU Perampasan Aset. Buruh, kata dia, juga meminta potongan ojek online (ojol) ditekan hingga 10%, bukan 20%.




(idn/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tujuh Tahun Disembunyikan, Surat Wasiat Jeffrey Epstein Akhirnya Terungkap
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ivan Roy Hutapea Minta GAMKI Mencabut Laporan Polisi Kepada Jusuf Kalla
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Kepala BGN Tetap Berikan Insentif Rp6 Juta ke Dapur MBG yang Tak Beroperasi, DPR Kesal: Sebuah Skandal!
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengintip Paket Perlengkapan Medis Jemaah Calon Haji Makassar
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Banten Musnahkan Ribuan Lembar Uang Palsu Senilai Ratusan Juta Rupiah
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.