Iran menyatakan pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei, dalam keadaan sehat. Pihak Iran juga menyebut Mojtaba ikut terlibat dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).
Ulama senior Iran, Mohsen Qomi, mengatakan Mojtaba memang terluka dalam serangan gabungan yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari silam. Mojtaba masih dalam proses perawatan sehingga tidak kunjung muncul ke publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret.
Selama ini, Mojtaba membatasi komunikasi publiknya hanya pada pernyataan tertulis, tanpa penampilan video atau rekaman suara yang dirilis. Pilihan ini membuat spekulasi terkait kondisi kesehatannya.
Pihak AS dan Israel mengklaim Mojtaba terluka para akibat serangan pada 28 Februari. Namun, Mohsen Qomi menegaskan pernyataan itu sebagi taktik dari musuh dalam menjatuhkan semangat warga Iran.
"Ini adalah tipuan musuh. Mereka ingin mengatakan: mengapa dia tidak muncul? Mengapa dia tidak mengirim pesan suara atau pesan belasungkawa?" kata Qomi dilansir CNN, Jumat (1/5/2026).
Wakil Urusan Internasional Iran ini menegaskan Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat. Anak dari Ali Khamenei juga disebut terlibat dalam tiap proses negosiasi Iran dan AS.
Mohsen Qomi mengatakan Mojtaba Khamenei juga telah memberikan instruksi kepada tim negosiasi tentang "apa yang harus dilakukan dalam berbagai situasi."
"Beliau sepenuhnya menyadari dan mengendalikan masalah ini," ujar Qomi.
(ygs/lir)





