Perusahaan Minyak Dunia Kompak Cetak Lonjakan Laba di Tengah Perang Iran-AS

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah raksasa minyak dan gas dunia mencatat peningkatan laba yang signifikan pada kuartal I-2026.

Perusahaan Minyak Dunia Kompak Cetak Lonjakan Laba di Tengah Perang Iran-AS. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Sejumlah raksasa minyak dan gas dunia mencatat peningkatan laba yang signifikan pada kuartal I-2026, di tengah lonjakan harga akibat perang di Timur Tengah

Dilansir dari AFP pada Jumat (1/5/2026), perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel dimulai sejak akhir Februari. 

Baca Juga:
Krisis Minyak Ancam Pasokan Poliester untuk Industri Pakaian Global

Perusahaan migas Prancis, TotalEnergies, melaporkan kenaikan laba bersih hingga 51 persen pada Januari-Maret, menjadi USD5,8 miliar atau sekitar Rp100 triliun.

Pertumbuhan produksi minyak dan gasnya di Brasil dan Libya memungkinkan grup tersebut untuk mengimbangi kerugian di wilayah Teluk.

Baca Juga:
Iran Sulit Ekspor Minyak Imbas Blokade Laut AS, Produksi Terancam Berhenti

"Kami mampu memanfaatkan kenaikan harga," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Produksi minyak dan gas perusahaan naik empat persen pada kuartal tersebut. Jumlah gas alam cair yang diangkut melalui laut meningkat 12 persen.

Baca Juga:
Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak

Sebelumnya, BP asal Inggris melaporkan peningkatan laba bersih lebih dari dua kali lipat pada kuartal I-2026, juga didorong lonjakan harga minyak.

BP melaporkan laba sebesar USD3,2 miliar atau sekitar Rp55 triliun pada Januari-Maret. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan para analis, dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan USD1,38 miliar yang dilaporkan pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Penyebab utamanya ialah lumpuhnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang biasanya dilintasi 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global.

Minyak mentah Brent, patokan global untuk harga minyak, saat ini diperdagangkan sekitar USD110 per barel, dibandingkan dengan sekitar USD73 sebelum perang. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seunghun CIX Umumkan Rencana Pensiun jadi Penyanyi Usai Pembubaran Grup
• 15 jam lalucumicumi.com
thumb
Polda Metro Janji Pulangkan 101 Orang yang Ditangkap Saat Aksi Hari Buruh
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Perpres Potongan Aplikasi 8 Persen Jadi Kemenangan Ojol, Garda: Kawal Ketat!
• 18 jam laludisway.id
thumb
Beli Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Kini Bebas PPN
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.