PBB desak pembebasan tahanan dan dimulainya kembali dialog di Myanmar

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua individu yang ditahan secara sewenang-wenang di Myanmar.

“Sekretaris Jenderal telah mencatat pemindahan Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi ke sebuah kediaman yang telah ditentukan,” kata wakil juru bicaranya, Farhan Haq, pada Jumat (1/5).

“Sekretaris Jenderal menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap semua pihak yang ditahan secara sewenang-wenang sebagai langkah mendasar menuju kondisi yang kondusif bagi proses politik yang kredibel," tambah Haq dalam sebuah pernyataan.

Haq mengatakan Guterres kembali menegaskan bahwa solusi politik yang layak harus didasarkan pada penghentian kekerasan secara segera serta komitmen nyata terhadap dialog yang inklusif.

Guterres juga menekankan peran mitra regional dan internasional, khususnya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dalam mendukung upaya menuju penyelesaian damai, tambahnya.

Myanmar masih dilanda gejolak politik sejak kudeta militer Myanmar 2021, ketika militer mengambil alih kekuasaan dan menahan para pemimpin sipil. Aksi tersebut memicu protes luas serta konflik berkepanjangan di seluruh negeri.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah, masa hukuman dipangkas

Baca juga: Myanmar berlakukan keadaan darurat di 60 kota


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keluarga Korban Kacab Bank BUMN Akan Didampingi LPSK saat Persidangan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Ungkap Dugaan Rencana Provokasi Saat Hari Buruh 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Remaja di Brebes Tertemper Kereta saat Jalan Pagi di Rel, 1 Orang Tewas
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Oknum TNI di Kendari DPO Kasus Pencabulan Anak, Diburu Polisi Militer
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Bank Mega dukung implementasi QRIS Antarnegara di China
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.