Pefindo Pertahankan Peringkat idBBB Garuda (GIAA), Outlook Negatif

idxchannel.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Prospek negatif mencerminkan meningkatnya paparan risiko terhadap volatilitas harga bahan bakar.

Pefindo Pertahankan Peringkat idBBB Garuda (GIAA), Outlook Negatif (Foto: IDXChannel/ Desi A)

IDXChannel - Lembaga pemeringkat Pefindo mempertahankan rating idBBB untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan outlook negatif.

Namun, peringkat dibatasi oleh profil keuangan yang lemah, persaingan pasar yang ketat, dan keterlibatannya dalam industri penerbangan yang sangat siklikal.

Baca Juga:
Ekuitas Kembali Positif, Saham GIAA Keluar dari Papan FCA

"Peringkat ini mencerminkan peran strategis GIAA bagi pemerintah Indonesia, posisi bisnis yang kuat, serta jaringan rute yang komprehensif," tulis Pefindo dalam laporannya, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu,  prospek negatif mencerminkan meningkatnya paparan risiko terhadap volatilitas harga bahan bakar yang dipicu oleh tensi geopolitik, yang dapat semakin menekan profil keuangan perusahaan yang sudah lemah. 

Baca Juga:
Avtur Melonjak 70 Persen, Garuda Indonesia (GIAA) Terapkan Penyesuaian Tarif Tiket

"Kami dapat menurunkan peringkat apabila kinerja operasional melemah secara signifikan akibat penurunan permintaan penumpang, tekanan pada imbal hasil, atau kenaikan biaya yang material-terutama akibat volatilitas harga bahan bakar yang berkepanjangan yang pada akhirnya menekan profitabilitas dan arus kas," tutur Pefindo.

Lebih lanjut, penilaian ulang terhadap peringkat juga dapat dilakukan apabila terdapat indikasi melemahnya dukungan pemerintah. Prospek dapat direvisi menjadi stabil tanpa adanya perubahan peringkat jika Garuda Indonesia mampu menunjukkan peningkatan ketahanan pada profil operasional dan keuangan.

Baca Juga:
Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Kerugian di Kuartal I-2026

Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham GIAA terdiri dari PT Danantara Asset Management (Persero) sebesar 92,03 persen, PT Trans Airways sebesar 1,79 persen, publik sebesar 6,17 persen, serta sisanya dimiliki oleh pemerintah Indonesia melalui saham Dwiwarna.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siloam Menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mengapa Indonesia Perlu Memperhatikan Budidaya Bambu dengan Serius?
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Prabowo Siap Copot Pengelola MBG Bermasalah: Imannya Tidak Kuat Berurusan dengan Uang
• 33 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Nusraya Fertility Center, Klinik Bayi Tabung dengan Teknologi AI Pertama di KTI
• 4 jam laluharianfajar
thumb
DPRD Apresiasi Surabaya Vaganza sebagai Sinyal Kebangkitan Ekonomi
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.