JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi aliran Kali Anak Blencong, Marunda, Jakarta Utara terputus dalam beberapa hari terakhir.
Warga menduga, lumpur yang kini menutupi aliran kali berasal dari proses pengurukan proyek Rusunawa Marunda.
Kondisi itu disebut sempat membuat warga kebingungan.
Baca juga: Penjelasan Dinas Perumahan soal Aliran Kali Marunda Disebut Terputus akibat Lumpur Proyek
Sebab mereka mengaku tidak mengetahui bahwa proyek tersebut akan mencapai aliran kali yang berada persis di samping jembatan di Jalan Rumah Si Pitung itu.
"Posisi ketutupnya ya baru minggu-minggu ini. itu kan akses utama ke situ. Keluar masuknya air," kata Nesar selaku Ketua RT 07/RW 07 Marunda saat ditemui Kompas.com, Senin.
Warga Kaget Lumpur Tiba-Tiba Muncul
Nesan mengaku tidak tahu apabila aliran kali tersebut menjadi salah satu titik pengurukan proyek rusunawa Marunda.
"Kami saja enggak tahu diuruk sampai situ," ucapnya.
Menurutnya, ia sudah sempat melakukan komunikasi dengan pihak proyek saat mengetahui aliran kali terputus.
Namun, saran yang ia berikan belum dilaksanakan.
"Makanya kemarin saya arahin, 'Jadi tuh kalau dari tumpukan lumpur ya, sebelah kanannya itu tuh ya kan, kan ada pohon-pohon itu, nah itu pohon dihabisin tuh, dikeruk. Jadi dia lewat ke pinggir, enggak mungkin di tengah jembatan lagi,' gitu," ungkapnya.
Baca juga: Warga Bingung Pengurugan Proyek Rusun Marunda Makin Dekat Kali, Dinas Beri Penjelasan
Senasa, Ketua RT 1/RW 07 Arizal juga mengaku kaget saat awal-awal dirinya melihat proses pengurukan yang makin membuat mereka kebingungan.
"Cuman saya kalau berangkat kerja tuh pagi, berangkat kerja ngelewat, 'Kok kemari ya?' gitu, jalan. Besok lagi ngelewat, 'Kemari ya?' lha makin lama makin deket," tuturnya.
Ia menjelaskan, reaksi bingung warga sekitar maupun pengurus RT bisa terjadi karena mereka memang belum pernah diberikan sosialisasi secara spesifik terkait pengurugan dekat area kali dan jembatan.
"Enggak ada imbauan apa-apa, enggak ada sosialisasi apa-apa, enggak ada pemberitahuan, rapat atau saya bilang saya enggak ngerti," ujarnya.