Mimpi Jadi Manajer Koperasi Merah Putih Pupus Setelah Kecelakaan Bus Halmahera

kompas.id
19 jam lalu
Cover Berita

Julinar Munthe (29) seharusnya mengikuti ujian seleksi menjadi manajer koperasi merah putih. Namun, hari penting itu berubah menyedihkan. Bus PT Indah Halmahera Nusantara yang dia tumpangi kecelakaan di Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi. Julinar yang seharusnya berada di ruang ujian kini harus dirawat di rumah sakit.

“Hari ini saya seharusnya mengikuti ujian seleksi manajer koperasi merah putih di Kabupaten Deli Serdang, tapi saya akhirnya harus dirawat di rumah sakit,” kata Julinar saat dirawat di Rumah Sakit Grand Madistra, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Senin (11/5/2026).

Julinar merupakan satu dari 19 penumpang Bus Halmahera jurusan Dumai-Medan itu. Kecelakaan menyebabkan empat orang meninggal dan sembilan lainnya mengalami luka.

Julinar naik ke bus nahas tersebut dari rumahnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, pada Minggu (10/5) malam. Seharusnya, dia sudah tiba di Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada Senin pagi.

Namun, hanya sekitar 30 menit sebelum tiba di Lubuk Pakam, bus itu kecelakaan di Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi Kilometer 63, Kabupaten Serdang Bedagai.

Baca JugaKecelakaan Maut Bus Dumai-Medan Tewaskan Empat Orang, Berawal dari Pikap yang Rusak

Julinar mengisahkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat hari mulai terang. Bus tiba-tiba berbelok mendadak ke kiri menghindari pikap yang melintang di tengah jalan.

“Saya bersama penumpang lain di dalam bus terhempas dan berteriak histeris. Bus lalu menabrak pembatas jalan dan terjatuh ke kebun sawit di bawah jalan tol,” kata Julinar.

Sebagian penumpang terlempar ke luar bus. Penumpang lain menumpuk di dalam bus yang terguling dengan sisi samping bus berada di bawah. Julinar dan penumpang lainnya berupaya keluar dari dalam bus tersebut.

Baca JugaKecelakaan ALS: Data Korban Tidak Cocok, DVI Dalami Identifikasi

Kondisi bus rusak parah. Hampir semua badan bus ringsek. Kaca-kaca bus pecah.

Barang-barang berserak menimpa para penumpang dan berhamburan di luar bus. Beberapa saat kemudian, petugas pengelola jalan tol dan kepolisian datang mengevakuasi para penumpang.

Para penumpang pun akhirnya berhasil keluar dari bus setelah sekitar 15 menit. Korban-korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit.

”Kami dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans,” kata Julinar.

Sebelum berangkat dari Labuhan Batu, kata Julinar, dia sudah waswas mendengar berita tentang kecelakaan bus yang terjadi di beberapa daerah. Salah satunya kecelakaan bus di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, yang menewaskan 18 orang.

Namun, Julinar tetap naik bus tersebut untuk mengejar mimpinya menjadi manajer koperasi merah putih di kampungnya di Kelurahan Silumajang, Kecamatan Na IX-X, Labuhanbatu Utara.

Kini, mimpi Julinar menjadi manajer Koperasi Merah Putih harus pupus. Julinar mesti menjalani perawatan karena luka di bahu dan punggungnya.

Kecelakaan tersebut juga menyebabkan sopir pikap pengangkut ayam, Rian Saputra (44), mengalami luka berat. Rian belum sadarkan diri akibat luka di kepala dan di badannya.

“Anak saya mengangkut ayam dari Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Seharusnya dia mengantar ayam itu ke Pasar Gambir Tembung, Deli Serdang,” kata Maya (65), ibu Rian.

Maya pun hanya duduk termenung di depan ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sari Mutiara, Deli Serdang. Dia menanti kabar perawatan anaknya.

Maya terkejut setelah mendapat informasi tentang kecelakaan itu. Dia mendapat kabar dari sanak saudara yang mendengar tentang kecelakaan itu dari media sosial.

Baca JugaTerluka Bakar hingga 90 Persen, Korban Tabrakan ALS Butuh Operasi Lanjutan

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai Ajun Komisaris Gokma W Silitonga mengatakan, masih mendalami penyebab kecelakaan ini.

Gokma mengatakan, tiga korban meninggal sudah berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan jenazahnya kepada keluarga.

Mereka adalah Risiani (75), warga Medan, Muhammad Rizky (23), warga Deli Serdang, dan kernet bus Arfin Sihite, warga Humbang Hasundutan.

Baca JugaKecelakaan Maut Bus ALS, Bagaimana Mencegah Tragedi Serupa Berulang?

Korban yang mengalami luka saat ini dirawat di Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam, Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam, dan Rumah Sakit Umum Daerah Amri Tambunan.

Dari hasil penyelidikan sementara, kata Gokma, kecelakaan bermula saat sebuah pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi BK 8053 EG melaju dari arah Kota Tebing Tinggi ke Medan.

Setelah menabrak pikap, bus oleng ke arah kiri, terperosok ke luar badan jalan tol, dan terguling

Saat tiba di Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) KM 63+200, pikap diduga mengalami patah as roda sekitar pukul 06.30 WIB. ”Pikap pengangkut ayam itu terguling dan melintang di badan jalan tol,” kata Gokma.

Sementara itu, bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA melaju dari arah yang sama tepat di belakang pikap. Bus tidak dapat menghindar dan menabrak pikap yang telentang di badan jalan.

Baca JugaKisah Pilu Kecelakaan Bus ALS, Temuan Jenazah Ibu-Anak Berpelukan

”Setelah menabrak pikap, bus oleng ke arah kiri, terperosok ke luar badan jalan tol, dan terguling,” kata Gokma.

Humas PT Indah Halmahera Nusantara Tinton Hutapea mengatakan, bus berangkat dari Kota Dumai dengan tujuan Medan. Bus tersebut mengangkut 12 penumpang dari Dumai dan membawa tujuh penumpang tambahan yang naik saat di perjalanan.

Bus berkapasitas 32 orang tersebut berangkat dari Kota Dumai pada Minggu sekitar pukul 19.00 WIB dan harusnya tiba di Medan pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB. Bus itu dikemudikan secara bergantian oleh dua sopir dengan satu kernet.

Dari empat korban meninggal, kata Tinton, tiga merupakan penumpang bus dan satu orang lainnya adalah kernet bus.

Berdasarkan informasi yang diterima Tinton dari sopirnya, kecelakaan terjadi karena bus menghindari pikap yang mengalami kecelakaan dan melintang di tengah badan jalan tol.

Bus akhirnya melipir ke kiri, menabrak pembatas jalan, hingga terjatuh ke bawah badan jalan yang merupakan kebun sawit.

“Terkait penyebab pasti dari kecelakaan, kami serahkan penyelidikannya kepada kepolisian,” kata Tinton.

Baca JugaBus ALS yang Celaka di Musi Rawas Utara Ternyata Bus Cadangan Berusia 24 Tahun

Tinton menyebut, saat berangkat dari Medan dan dari Dumai, bus tersebut diperiksa pihak bus dan dinyatakan laik jalan. “Bus tersebut masih termasuk baru dan masih berusia dua tahun. Kondisinya laik jalan,” kata Tinton.

Tinton menyebut, sopir yang mengemudikan bus tersebut sempat melarikan diri. Namun, dia sudah melapor ke loket bus dan melapor ke petugas kepolisian.

Saat kecelakaan, bus tersebut dikemudikan oleh sopir kedua. Sementara, sopir pertama sedang istirahat dan tidur di kursi penumpang.

Baca JugaMenjaga Nyawa di Jalan Lintas Sumatera, Tulang Punggung Transportasi Sumatera


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tristan Molina Akui Lebih Percaya Diri Saat Syuting Bersama Olla Ramlan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pembenahan Pelabuhan untuk Tekan Biaya Logistik Industri di Jawa Tengah
• 22 jam lalupantau.com
thumb
CSI Proyeksi Logistik Kimia Cair Tumbuh, Permintaan Meningkat
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Purbaya Mau Aktifkan Bond Stabilization Fund Besok, Apa Itu?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Tembus Rp17.500, Purbaya Turun Tangan, Pemerintah Siap Intervensi Pasar Besok
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.