Normalisasi Pascalebaran, Penjualan Eceran April 2026 Diprakirakan Turun

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Secara bulanan, penjualan eceran pada April 2026 diprakirakan menurun sebesar 10,0 persen (month to month/mtm).

Normalisasi Pascalebaran, Penjualan Eceran April 2026 Diprakirakan Turun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) memprakirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 tercatat sebesar 231,0, didorong tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Sandang. 

Namun, secara bulanan, penjualan eceran pada April 2026 diprakirakan menurun sebesar 10,0 persen (month to month/mtm).

Baca Juga:
Output Industri China Tumbuh 6,3 Persen pada Awal 2026, Penjualan Ritel Naik Tipis

“Hal ini dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:
BPJPH Dorong Kesiapan Pelaku Usaha Ritel Modern Jelang Wajib Halal 2026

Adapun Maret 2026, IPR tercatat sebesar 256,7 secar tahunan. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3 persen (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm). 

Baca Juga:
Ganti Nama Jadi MDS Retailing, Inilah Sejarah dan Pemilik Toko Ritel Matahari (LPPF)

Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan seluruh kelompok, terutama Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Subkelompok Sandang, sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juni dan September 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Wakil Ketua DPD PAN Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Bupati Fikri Thobari
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
El Rumi Kini Jadi Om, Suami Syifa Hadju Terharu Usai Al Ghazali Resmi Berstatus sebagai Ayah
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Studi Ungkap Tipe Wajah Pria yang Diam-Diam Disukai oleh Wanita
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Era Keuangan Digital Semakin Terbuka, Indodax Soroti Pentingnya Perlindungan Konsumen
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
1 Gugatan Kuota Internet Hangus Tidak Diterima MK, 2 Masih Berlanjut
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.