Pendapatan Tembus Rp12,84 Triliun, Siloam (SILO) Siap Akuisisi

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) membuka peluang untuk melakukan akuisisi rumah sakit maupun klinik sebagai bagian dari strategi ekspansi ke depan.

CEO Office Siloam, Elbert Hartanto, mengatakan perseroan tetap fleksibel dalam belanja modal dan terbuka mengevaluasi peluang akuisisi apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar serta strategi perusahaan.

“Kami terbuka beli akuisisi klinik dan rumah sakit, kalau cocok akan kami evaluasi dan melihat peluang,” ujar Elbert dalam paparan publik, Senin (12/5/2026).

Meski demikian, dia menegaskan prioritas utama Siloam saat ini bukan menambah jumlah rumah sakit, melainkan memperkuat kualitas layanan, dokter spesialis, hingga teknologi kesehatan di jaringan yang sudah dimiliki perseroan.

Perseroan juga berupaya memaksimalkan Average Revenue per Occupied Bed (ARPOB) atau pendapatan rata-rata per tempat tidur terisi guna meningkatkan pendapatan. Pada 2025, ARPOB SILO mencapai Rp3,59 miliar, naik dibandingkan Rp3,43 miliar pada 2024.

Saat ini, Siloam mengelola 41 rumah sakit yang tersebar di 23 provinsi dengan kapasitas 4.310 tempat tidur. Jaringan tersebut terdiri dari 15 rumah sakit di Jabodetabek dan 26 rumah sakit di luar Jabodetabek, termasuk di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Ambon. Selain itu, Siloam juga mengoperasikan 75 klinik.

Baca Juga

  • LPKR Jual Aset di Millenium Village ke Siloam (SILO) Rp33,8 Miliar
  • RS Siloam (SILO) Akan Beli Saham Subsidiary First REIT Total Rp9 Triliun
  • Resep RS Siloam (SILO) Dongkrak Laba 2025 Didukung Next Gen Siloam

Sepanjang 2025, jumlah kunjungan rawat jalan mencapai 4,35 juta pasien. Elbert menyebut skala bisnis tersebut menjadikan Siloam sebagai salah satu grup rumah sakit terbesar di Indonesia.

Dalam mendukung transformasi layanan kesehatan, Siloam juga agresif mengadopsi teknologi baru, termasuk penggunaan robot bedah Da Vinci Xi. Saat ini, Siloam memiliki dua unit robotik Da Vinci Xi dan telah menjalankan sejumlah prosedur bedah robotik.

“Kami ingin jadi trend setter di bidang tersebut,” ujarnya.

Siloam juga mulai mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan generatif atau generative AI dalam layanan pasien. Salah satunya untuk membantu pasien memilih dokter melalui fitur berbasis percakapan.

Selain fokus pada layanan premium, perseroan juga memperluas layanan peserta BPJS Kesehatan sebagai strategi memperbesar volume pasien. Menurut Elbert, lebih dari separuh rumah sakit Siloam saat ini melayani BPJS dan segmen tersebut tetap menguntungkan apabila dikelola dengan efisien.

“Pasien segmen tersebut prioritasnya sembuh, bukan fasilitas yang mewah. Di situlah strategi efisiensi harus tepat, karena segmen tersebut menguntungkan,” ujarnya.

Di sisi kinerja, SILO membukukan pendapatan Rp12,84 triliun pada 2025 atau tumbuh 5,24% secara tahunan (year on year/yoy). EBITDA naik 18,3% menjadi Rp2,89 triliun dengan margin EBITDA meningkat menjadi 29,1% dari sebelumnya 25,9%.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik 23,47% menjadi Rp1,11 triliun pada 2025, dibandingkan Rp902,15 miliar pada tahun sebelumnya.

Elbert menyatakan laba yang diperoleh saat ini masih diprioritaskan untuk investasi dan pengembangan bisnis sehingga perseroan belum membagikan dividen.

Siloam International Hospitals Tbk. - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertagas Perkuat Budaya K3 Berkelas Dunia Demi Jaga Keandalan Energi Nasional
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Sebagian Sumut Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Besok
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Sebut Proposal Iran Tak Dapat Diterima, Teheran Balas dengan Ancaman
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Soal Film Pesta Babi, Pigai Sebut Larangan Nobar Harus Lewat Putusan Pengadilan
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Safrizal tekankan amanah intelektual dalam pengukuhan profesor USK
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.