Grid.ID - Joshua Suherman mengaku pernah merasa bosan karena dirinya selalu dikenal sebagai “Joshua Diobok-obok”. Julukan tersebut melekat kuat sejak dirinya populer sebagai penyanyi cilik pada era 90-an.
Joshua diketahui memulai kariernya di dunia hiburan sejak masih kecil. Lagu terkenalnya yang berjudul “Diobok-obok” hingga kini masih diingat banyak orang dan menjadi ciri khas dirinya di mata publik.
Meski kini sudah beranjak dewasa dan menekuni berbagai bidang hiburan, banyak orang masih mengaitkan Joshua dengan lagu tersebut. Hal itu sempat membuat dirinya merasa jenuh karena identitasnya seolah tidak berkembang di mata masyarakat.
“Pernah (bosan) tapi seiring berjalannya waktu lama-lama bener-bener malah berdamai sama itu, terutama sejak punya anak," ujarnya dikutip dari YouTube @wanitokofficial pada Selasa (12/5/2026).
Ia menuturkan dulu dirinya sempat merasa malu karena publik terus mengingat dirinya lewat lagu tersebut. Perasaan itu muncul karena dirinya merasa orang-orang hanya mengenalnya dari satu hal yang sama selama bertahun-tahun.
“Tadinya ada rasa mungkin malu, ada rasa aku pengin dikenal sebagai yang lain juga, enggak cuma itu, karena berkarya terus, tapi kok stuck di situ-situ aja top of mind orang," tuturnya.
Namun, sudut pandangnya mulai berubah setelah dirinya memiliki anak. Joshua mulai memikirkan warisan dan kenangan apa yang ingin ia tinggalkan untuk keluarganya di masa depan.
“Tapi sejak punya anak, aku malah mikir ini aku mau punya warisan apa yang bisa aku turunkan buat anakku gitu," katanya.
Pria berusia 33 tahun ini kini justru merasa karya tersebut bisa menjadi sesuatu yang membanggakan bagi anaknya nanti. Ia bahkan mulai tertarik membuat konten-konten yang lebih ramah anak dan memiliki nilai positif untuk keluarga.
“Kayak mau aku dikenal anakku cuman sebagai gini-gini aja, sementara Diobok-obok itu merupakan hal yang memang sudah pernah terjadi, dan aku sekarang malah nyari konten-konten yang ramah anak. Nah, kenapa enggak kayak gitu juga bisa bikin bangga anakku," ungkapnya.
Di sisi lain, Joshua mengaku tidak ingin terlalu cepat memperlihatkan lagu-lagu masa kecilnya kepada sang anak. Ia ingin anaknya mengetahui hal tersebut secara alami dari lingkungan sekitar atau teman-temannya nanti.
“Sebisa mungkin nanti-nanti saja (anak dengar lagu Joshua), karena biarkan dia tahu sendiri. Karena aku mau tahu respon dia pas tahu dari teman-temannya atau siapa. Karena cepat atau lambat pasti tahu," tutupnya. (*)
Artikel Asli




