KPAI Ungkap Dampak Mengerikan Kekerasan di Daycare terhadap Balita | DIPO INVESTIGASI

kompas.tv
16 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.TV - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, disebut hanya satu dari rentetan kasus serupa yang terjadi di Indonesia.

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menilai kasus kekerasan di daycare kini menjadi alarm serius rapuhnya sistem perlindungan anak.

Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Banda Aceh hingga Depok, Jawa Barat.

Di Banda Aceh, polisi menetapkan tiga pengasuh daycare sebagai tersangka penganiayaan terhadap bayi berusia 18 bulan.

Sementara di Depok, seorang balita disiram air panas hingga mengalami luka karena terus menangis saat dimandikan.

Diyah Puspitarini menyebut rentetan kasus ini bak fenomena gunung es.

Korban yang sebagian besar masih balita dinilai sangat rentan karena belum mampu menyampaikan kekerasan yang mereka alami secara verbal.

Menurut Diyah, orangtua harus mulai peka membaca perubahan perilaku anak.

Ia mengatakan tanda-tanda seperti permainan bernuansa kekerasan dapat menjadi sinyal bahaya.

“Apakah permainannya selalu menunjukkan kekerasan dengan misalnya mengikat benda-benda tertentu atau melakukan kekerasan terhadap binatang atau bonekanya,” katanya.

Diyah menilai kondisi tersebut merupakan tanda bahwa anak berada di lingkungan yang tidak aman.

KPAI juga menemukan dampak serius terhadap anak-anak korban dugaan kekerasan di daycare.

Menurutnya, sebagian anak bahkan mengalami ketakutan terhadap orang baru maupun mainan. 

Tak hanya trauma psikologis, dugaan kekerasan juga berdampak pada tumbuh kembang anak. 

KPAI mencatat sedikitnya 16 anak mengalami gangguan tumbuh kembang dan 13 anak mengalami speech delay.


 

Bagaimana menurut Anda? 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/B82TC9tCa6I 

#kekerasan #anak #yogyakarta

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • daycare
  • little aresha
  • kekerasan
  • anak
  • yogyakarta
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Telkom Bukukan Kinerja Tangguh di 2025, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Oditur Militer Buka Peluang Periksa Dokter Andrie Yunus
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Diuji MSCI, Cek Saham Potensi Cuan
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Klarifikasi ICA soal Kontroversi Anggotanya yang Raih Gelar Executive Chef BNSP
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Jumlah Santri Capai 10 Juta Orang, Kemenag-BGN Benahi Pendataan Penerima MBG di Pesantren
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.