Ekonomi AS Dapat "Mukjizat" Baru

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) tengah mengalami lonjakan produktivitas ekonomi yang mengejutkan banyak ekonom dunia.

Setelah lebih dari satu dekade dihantui pertumbuhan produktivitas yang lemah pasca krisis finansial global 2008, produktivitas tenaga kerja AS lima tahun belakangan ini tumbuh sekitar 2% per tahun-dua kali lebih tinggi dibanding rata-rata era 2010-an.

Tren tersebut masih berlanjut hingga awal 2026. Dari awal 2025 sampai Maret 2026, produktivitas kerja di AS masih tumbuh cukup solid, sekitar 1,2% (per pekerja Amerika termasuk para petani) dan 2,1% (per jam untuk bisnis non-pertanian) per tahun.

Foto: Economist

 

Menariknya, kebangkitan ini ternyata belum sepenuhnya dipicu oleh kecerdasan buatan (AI), melainkan oleh kombinasi efisiensi bisnis, murahnya energi, dan fleksibilitas ekonomi Amerika.

Produktivitas AS Melonjak, Tapi Bukan Karena AI

Meski tren AI seperti ChatGPT dan large language models sedang booming, para ekonom menilai teknologi tersebut belum menjadi faktor utama di balik lonjakan produktivitas Amerika.

Ini karena peningkatan produktivitas sudah mulai terlihat sejak awal 2020-an, sementara penggunaan AI secara luas baru terjadi dalam satu hingga dua tahun terakhir. Melihat sejarah ekonomi, biasanya dampak revolusi teknologi memang membutuhkan waktu relatif panjang untuk bisa benar-benar tercermin dalam data produktivitas nasional.

Peningkatan produktivitas AS terbesar justru terjadi di sektor jasa profesional dan manajemen. Sektor ini memang bukan pencipta teknologi, tetapi pengguna teknologi paling agresif.

Foto: Economist

 

Perusahaan-perusahaan di Amerika mulai melakukan efisiensi biaya dan waktu dengan memanfaatkan smartphone, cloud computing, videoconference, dan berbagai sistem digital lainnya. Fasilitas-faasilitas tersebut sebenarnya sudah berkembang sejak tahun 2010-an, namun ternyata kontribusinya terhadap produktivitas nasional baru terlihat satu dekade kemudian.

Kontribusi AI yang minim terhadap lonjakan produktivitas ini semakin terlihat jelas dari perbandingan angka pertumbuhan yang tercatat pada tabel di atas. Meski sektor ini menjadi sektor paling produktif, namun ternyata angkanya tidak jauh beda dibanding rata-rata mereka sejak tahun 2000-an.

Energi Murah Jadi Senjata Rahasia Amerika

Selain transformasi digital, booming sektor energi menjadi faktor penting di balik kuatnya produktivitas ekonomi AS.

Revolusi shale-fracking pada dekade 2010-an berhasil mengubah Amerika dari negara pengimpor energi menjadi salah satu eksportir energi terbesar dunia. Pada 2023, ekspor energi bersih AS bahkan mencapai sekitar setengah volume ekspor bersih Arab Saudi.

Melimpahnya energi domestik membuat harga listrik di Amerika jauh lebih murah dibanding negara maju lain. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi industri-industri padat energi seperti kimia dan pertambangan yang di banyak negara Eropa justru mengalami tekanan akibat mahalnya biaya energi.

 

Murahnya energi membuat perusahaan Amerika mampu menjaga produksi tetap tinggi tanpa terlalu terbebani biaya operasional. Dalam jangka panjang, kondisi ini memperkuat daya saing industri AS di pasar global.

Ekonomi Fleksibel Bikin AS Cepat Bangkit

Faktor lain yang dinilai menjadi kunci kebangkitan produktivitas AS adalah fleksibilitas ekonominya.

Saat pandemi Covid-19 melanda, pemerintah Amerika lebih memilih memberikan bantuan tunai langsung kepada masyarakat dibanding mempertahankan pekerja di perusahaan lama seperti yang dilakukan banyak negara Eropa.

Akibatnya, ketika ekonomi mulai pulih, tenaga kerja di Amerika lebih cepat berpindah ke perusahaan-perusahaan yang lebih efisien dan produktif. Mekanisme ini secara tidak langsung mempercepat efisiensi ekonomi nasional.

Menariknya, momentum produktivitas tersebut tetap bertahan meski Amerika menghadapi berbagai tekanan baru. Para ekonom menilai, jika AI mulai benar-benar terintegrasi ke dunia kerja dalam beberapa tahun mendatang, lonjakan produktivitas ekonomi AS berpotensi semakin besar.



(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Masuk Tahap Nasional, 10 Nama Bersaing Jadi 5 Komisioner
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Billie Eilish dan Nat Wolff Go Public di Momen Red Carpet Hit Me Hard and Soft
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala BNPB: RI Peringkat 3 Risiko Bencana Dunia, BPBD Harus Siap Ambil Komando
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Tegaskan Dunia Tidak Seharusnya Didominasi Satu Kekuatan Sepihak
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Minim Rest Area dan Jalur Darurat, Pengelola Jip Soroti Fasilitas di Jalur Bromo
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.