Gagal Saingi Persib, Jakmania Murka! Persija Didesak Depak Mauricio Souza dan Rombak Skuad Musim Depan

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Kegagalan Persija Jakarta menyaingi Persib Bandung dalam perebutan gelar Super League 2025/2026 memicu kemarahan Jakmania. Kekalahan beruntun dari rival abadi musim ini membuat suporter Macan Kemayoran mendesak manajemen melakukan perombakan total. Termasuk mendepak pelatih Mauricio Souza dan merombak skuad untuk musim depan.

Pentolan The Jakmania, Irlan Alarancia, bahkan secara terbuka meminta perubahan besar. Mulai dari level pemain, pelatih, hingga jajaran tertinggi klub. Pasalnya, Persija gagal memenuhi ekspektasi juara musim ini.

Secara posisi klasemen, Persija sebenarnya mengalami peningkatan dibanding musim lalu. Macan Kemayoran hampir dipastikan finis di papan atas Super League 2025/2026. Namun bagi Jakmania, capaian tersebut belum cukup membanggakan karena target utama klub adalah meraih gelar juara.

Situasi makin terasa menyakitkan setelah Persija selalu kalah dari Persib dalam dua pertemuan musim ini. Pada laga putaran pertama, Persija tumbang 0-1, lalu kembali kalah 1-2 pada duel kedua.

Di sisi lain, Persib Bandung kini memimpin klasemen dengan koleksi 75 poin dan unggul head to head atas Borneo FC dalam perebutan gelar juara.

Minta Presiden Klub hingga Manajemen Mundur

Abi Irlan menilai masalah Persija bukan hanya soal performa pemain atau pelatih. Menurutnya, perubahan besar harus dilakukan sampai ke level tertinggi manajemen klub.

Ia secara terang-terangan meminta Presiden Klub Persija, Mohamad Prapanca, untuk mundur dari jabatannya.

“Kalau mau dibilang dirombak, ya bagi gua wajib dirombak. Malah dirombak bukan hanya ke pelatih, bukan hanya ke pemain ya, tapi dirombak juga dari presiden klubnya,” kata Abi Irlan kepada wartawan, Selasa (12/3/2026).

Menurutnya, masa kepemimpinan Prapanca sudah cukup karena Persija belum juga kembali berjaya di kompetisi nasional.

“Presiden klub Prapanca gua rasa udah cukup tahun ini dan dia harus mundur. Bambang Pamungkas, mohon maaf Bepe, posisi Mas Bambang juga gua lihat di sini nggak tahu sebagai apa. Gua rasa juga gagal, Mas Bepe sudah harus mundur,” ucapnya.

Ardi Tjahjoko Ikut Jadi Sorotan

Tak hanya jajaran petinggi klub, Abi Irlan juga menyoroti peran manajer tim Ardi Tjahjoko. Ia merasa sosok Ardi gagal menjadi pemimpin yang mampu mengangkat mental dan performa skuad Persija Jakarta di lapangan. Kekecewaan itu semakin memuncak setelah Persija kalah dari Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5).

Abi Irlan mengaku tidak melihat kehadiran Ardi maupun Prapanca untuk menemui Jakmania yang hadir langsung mendukung tim.

“Pak Ardi, gua rasa juga harus mundur. Karena Pak Ardi gua melihat bukan seorang ksatria ya, walaupun beliau dari TNI. Bukan seorang petarung, bukan seorang pejuang, bukan seorang prajurit yang bisa meng-orkestra tarunanya, meng-orkestra prajuritnya di lapangan,” terang Abi Irlan.

“Tapi gua lihat di sini nggak ada, bahkan di pertandingan terakhir kemarin gua nggak melihat Pak Ardi nyamperin ke temen-temen, gua pun nggak melihat Bung Prapanca nyamperin ke temen-temen,” sambungnya.

Meski begitu, Abi Irlan tetap memberikan apresiasi kepada legenda Persija, Bambang Pamungkas, yang dinilai masih mau mendengarkan suara suporter.

“Yang hanya nyamperin Mas Bepe doang. Gua terima kasih buat Mas Bepe sudah mau mendengarkan masukan anak-anak, kritikan anak-anak, bahkan cacian anak-anak. Jadi gua harap terakhir untuk Mas Bepe, Mas Panca, Pak Ardi, cukup tahun ini. Rombak total manajemen Persija,” tambah dia.

Mauricio Souza dan Masa Depannya

Nama Mauricio Souza juga ikut menjadi sorotan setelah Persija gagal bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

Namun Abi Irlan mengaku tidak ingin terlalu ikut campur soal siapa pelatih yang akan menangani Persija musim depan. Ia menegaskan tugas suporter adalah memberikan tekanan dan evaluasi kepada manajemen agar memilih sosok terbaik.

“Pelatih tinggal nunggu siapa presiden berikutnya. Kalau mau masih tetap Souza, gua nggak bisa ikut campur. Karena kita punya lagu ‘masa bodo dengan manajemen’ gitu, masa bodo dengan manajemen.”

“Jadi kita sebagai suporter dukung aja. Cuman sebelum tim terbentuk, kita wajib kasih masukan, kita wajib kasih evaluasi, kita wajib kasih tekanan ke manajemen. Pilih pelatih yang bagus, pilih pemain yang bagus untuk skuad Persija tahun depan,” pungkas Abi Irlan.

Persija Terancam Kembali Tanpa Trofi

Tekanan kepada Persija Jakarta diperkirakan akan terus meningkat jika klub kembali gagal meraih trofi musim ini.

Meski tampil lebih stabil dibanding musim sebelumnya, hasil minor dalam laga-laga besar serta kegagalan mengimbangi Persib Bandung membuat ekspektasi Jakmania terhadap perubahan total semakin kuat menjelang musim 2026/2027. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Boni Hargens Usul Penguatan Kompolnas Masuk Revisi UU Polri, Bukan Aturan Baru
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Jumlah Nasabah Emas BSI (BRIS) Tembus 1 Juta Meski Harga Fluktuatif
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PPATK Perkuat Pemberantasan Judi Online Setelah Penangkapan 320 WNA di Jakarta
• 13 jam lalueranasional.com
thumb
Nama Putrinya Jadi Bahan Olokan Netizen, Alyssa Daguise Langsung Pasang Badan
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Keir Starmer Didesak Mundur oleh Kabinet dan 70 Anggota Parlemen
• 22 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.