Jakarta, VIVA – Produsen produk kesehatan Dexa Group terus memperluas akses masyarakat terhadap deteksi dini dan edukasi kesehatan melalui program Cek Segitiga dan Cek Kesehatan Gratis. Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program inisiatif melalui Dharma Dexa ini telah menjangkau lebih dari 12 ribu warga di berbagai kota di Indonesia.
Direktur Utama PT Dexa Medica, V Hery Sutanto, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari komitmen Dexa Group dalam mendukung pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan yang menjadi target pemerintah..
“Program Cek Kesehatan Gratis ini telah memasuki tahun ketiga dan telah menjangkau lebih dari dua belas ribu masyarakat di berbagai kota. Kami ingin mendorong masyarakat agar semakin sadar bahwa menjaga kesehatan perlu dimulai dari langkah sederhana, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan rutin,” ujar Hery dikutip dari keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Hery, deteksi dini perlu menjadi kebiasaan masyarakat agar potensi risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani dengan lebih tepat.“Ke depan, kami ingin terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak masyarakat mendapatkan akses edukasi dan pemeriksaan kesehatan, khususnya untuk membantu mencegah risiko penyakit tidak menular sejak dini,” lanjutnya.
Komitmen memperluas akses kesehatan yang berkualitas juga telah menjadi bagian dari perjalanan Dexa Medica melalui OGB Merah, lini obat generik berlogo yang diproduksi sejak 1991. Selama lebih dari tiga dekade, OGB Merah hadir sebagai pilihan obat berkualitas yang terjangkau bagi masyarakat luas. Melalui program Cek Kesehatan Gratis, komitmen tersebut diperluas dalam bentuk edukasi dan deteksi dini kesehatan masyarakat.
Pada pelaksanaan Cek Segitiga dan Cek Kesehatan Gratis di GOR Saparua, Bandung, Minggu (10/5/2026), Dexa Group bekerja sama dengan RS Santo Yusup menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 602 warga. Dari total peserta yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 67,8% teridentifikasi memiliki potensi risiko kesehatan tinggi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 44,9% peserta terdeteksi mengalami hipertensi, 37,2% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 8,6% terindikasi diabetes. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, terutama karena sebagian peserta tidak menyadari adanya potensi risiko kesehatan sebelum mengikuti kegiatan tersebut.





