Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usi Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto

terkini.id
11 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jeneponto – Usia tak lagi muda, namun semangat dan keyakinannya kepada Sang Pencipta tetap membara seperti api yang tak pernah padam. Di usia yang menginjak 96 tahun, Sali Binti Bando, warga Dusun Petang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, mencatat sejarah istimewa sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) tertua yang diberangkatkan dari Kabupaten Jeneponto pada musim ibadah haji tahun 2026 ini. Wanita renta ini akhirnya melangkah menuju Tanah Suci setelah menanti giliran selama tujuh tahun lamanya sejak pertama kali mendaftarkan diri pada tahun 2019 silam.

Momen bersejarah itu terasa semakin sakral dan mengharukan, Selasa, 12 Mei 2026, saat seluruh rombongan Jamaah Calon Haji Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam Kloter 31 Embarkasi Makassar secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Agung Kabupaten Jeneponto, dihadiri oleh keluarga besar para jamaah, tokoh masyarakat, ulama, serta jajaran pimpinan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.

Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usi Senja

Duduk tegak dengan dibantu sanak keluarganya, Sali tampak tenang dan berseri-seri. Di balik wajah keriput yang menjadi saksi perjalanan panjang hidupnya, terpancar rasa syukur yang tak terkira. Ia mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji pada tahun 2019, dengan niat suci ingin menunaikan rukun Islam kelima selagi masih diberi kesempatan bernapas dan bergerak.

Selama tujuh tahun menanti giliran itu, kesehatannya sempat naik turun, namun harapan untuk menginjakkan kaki di Baitullah tak pernah sekalipun padam di hatinya. Setiap kali nama-nama jamaah yang diberangkatkan diumumkan, ia selalu bertanya kepada keluarganya, “Kapan giliranku, Nak?” Doa-doa tak pernah berhenti dipanjatkannya agar Allah SWT mempertemukan dirinya dengan rumah suci-Nya. Kini, di usia yang hampir seabad, jawaban doa itu akhirnya datang.

“Saya kira takkan sempat lagi. Ternyata Allah masih menyimpan kebaikan untuk saya. Ini anugerah terindah di usia senjaku,” ujar Sali lirih namun penuh semangat, didampingi keluarga yang ikut mengantarkan keberangkatannya.

Pelepasan 32 Jamaah, Langkah Awal Menuju Tanah Suci

Tahun ini, Kabupaten Jeneponto mengirimkan sebanyak 32 orang jamaah calon haji, yang terdiri atas 15 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Di antara jumlah itu, kehadiran Sali Binti Bando menjadi pusat perhatian sekaligus kebanggaan tersendiri, membuktikan bahwa ibadah haji bukan milik usia muda semata, melainkan hak setiap hamba yang berniat suci dan diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa.

Dalam sambutan pelepasan, Bupati H. Paris Yasir menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam. Ia menyebutkan momen ini sebagai bukti nyata kesabaran dan ketabahan warga Jeneponto yang telah menanti antrean selama bertahun-tahun.

“Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen sakral yang membanggakan bagi kita semua. Bagi Ibu Sali, ini adalah bukti bahwa kesabaran menanti tujuh tahun berbuah kebahagiaan yang tiada tara. Beliau menjadi teladan bagi kita semua: niat yang tulus akan selalu menemukan jalannya,” ujar Paris Yasir.

Ia pun menegaskan harapan agar seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar dan aman. “Saya berharap panitia haji daerah memastikan seluruh proses administrasi dan kesiapan jamaah telah terpenuhi sempurna sebelum keberangkatan. Kepada para jamaah, terutama bagi Ibu Sali dan yang sudah berusia lanjut, saya imbau untuk senantiasa menjaga kondisi fisik, banyak beristirahat, dan mengikuti seluruh arahan petugas selama di asrama hingga tiba dan pulang kembali dari Tanah Suci,” pesannya.

Usai rangkaian acara pelepasan selesai, para jamaah segera bergerak menuju bus untuk perjalanan ke Asrama Haji Sudiang, Makassar, tempat mereka akan menjalani serangkaian pembekalan, pemeriksaan kesehatan, dan persiapan akhir. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, seluruh rombongan Kloter 31 Embarkasi Makassar akan diberangkatkan secara resmi menuju Tanah Suci Mekkah pada Rabu, 13 Mei 2026.

Perjalanan Penuh Makna di Usi Senja

Bagi keluarga Sali, keberangkatan ibu dan nenek tercinta ini adalah kebahagiaan sekaligus rasa haru yang mendalam. Mereka meyakini bahwa langkah kaki wanita berusia 96 tahun ini membawa berkah bagi seluruh keturunannya.

“Ibu sudah lama ingin pergi haji. Kami selalu berdoa semoga beliau masih diberi kesehatan hingga hari ini. Kami bangga, meski usia senja, semangatnya tak pernah surut,” ujar salah satu cucu Sali yang mendampinginya.

Sali Binti Bando kini melangkah dengan hati yang tenang, membawa doa keluarga, harapan warga, dan janji suci yang telah lama dipendam. Ia membuktikan satu hal yang abadi, tak ada kata terlambat untuk melangkah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan kesabaran dalam penantian pasti akan berbuah kebahagiaan yang kekal.

Semoga langkahnya lancar, ibadahnya diterima Allah SWT, dan pulang kembali sebagai haji yang mabrur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSSI Respons Positif WOSPAC Indonesia yang Bisa Buka Jalan Pemain Muda Menimba Ilmu ke Spanyol
• 16 jam lalubola.com
thumb
Mahasiswa Magister Penjas FKIP UPGRI Palembang Kaji Potensi Sport Tourism Jakabaring Lewat Jurnalistik Olahraga
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Modus Dukun di Pati Janjikan Istri Orang Bisa Hamil: Ritual Seks Bertiga
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Publikasikan LHKPN Prabowo, Total Kekayaan Capai Rp2,06 Triliun
• 9 jam laluharianfajar
thumb
BYD-Jaecoo Tumbuh Stabil, Toyota Menang Secara Volume April 2026
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.